Gunung Agung Awas : Klungkung Tampung 17.000 Pengungsi

Jumlah pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Klungkung meningkat dari prediksi awal berjumlah 15.000 menjadi 17.000 orang yang tersebar di 114 titik possko pengungsian, dengan kebutuhan logistik dipastikan aman sampai 1 bulan ke depan.
Ni Putu Eka Wiratmini | 25 September 2017 20:55 WIB
Pengungsi Gunung Agung tinggal di dalam tenda, di Klungkung, Bali, Minggu (24/9). - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, KLUNGKUNG--Jumlah pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Klungkung meningkat dari prediksi awal berjumlah 15.000 menjadi 17.000 orang yang tersebar di 114 titik possko pengungsian, dengan kebutuhan logistik dipastikan aman sampai 1 bulan ke depan.

Dari 114 titik tersebut, jumlah pengungsi terbanyak ada di Gor Swecapura sebagai posko utama kabupaten klungkung yakni sebanyak 4.000 orang. Sementara, pemerintah Klungkung memprediksi jumlah pengungsi akan terus meningkat seiring dengan perkembangan status Gunung Agung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung I Putu Widiada menyebutkan bencana Gunung Agung ini kemungkinan akan mendatangkan sekitar 100.000 pengungsi dari Kabupaten Karangasem. Klungkung sebagai kabupaten terdekat menurutnya sangat siap menerima kedatangan pengungsi dari bencana ini.

Kata dia, peningkatan jumlah pengungsi ini akan menyebabkan dibukanya titik-titik pengungsian baru seperti pemanfaatan bale banjar hingga pemanfaatan rumah warga sebagai penampungan.

"Nanti pengungsi yang di tenda-tenda akan kita evakuasi ke bale banjar lainnya karena cuaca yang tidak menentu," katanya, Senin (25/9/2017).

Dia menyebutkan, pihaknya akan tetap mengutamakan kenyamanan pengungsi. Seperti misalnya pada kapasitas tempat penampungan yang diusahakan tidak melebihi batas yang telah ditentukan.

"Untuk menampung warga kita harus buat senyaman mungkin maka kita cari tempat seperti bale banjar dan akan menyesuaikan dengan daya tampung tidak melebihinya," katanya.

Kata dia, sebagai posko pusat, Gor Swecapura juga menjadi pusat logistik yang ada di daerah Klungkung.

Dia menuturkan, hingga saat ini kebutuhan logistik dijamin aman terutama untuk keperluan konsumsi pengungsi. Walau, dia tidak bisa memprediksi sampai kapan jumlah logistik yang ada bisa mencukupi kebutuhan pengungsi. Namun, dia optimistis, sampai satu bulan ke depan, kebutuhan pengungsi dipastikan aman.

"Kita selalu siap untuk kebutuhan makanan, yang jelas siapa yang bisa memprediksi adanya bencana ini yang jelas kami akan memberikan yang terbaik," katanya.

Dia menyebutkan Pemerintah Klungkung telah menyiapkan segala kemungkinan terkait bencana Gunung Agung sejak 18 September 2017. Pada saat Gunung Agung telah berada di level awas, Kabupaten Klungkung telah menerima pengungsi sejumlah 500 orang. Bahkan, sampai saat ini pengungsi yang ditampung kabupaten ini telah sebanyak 17.000 orang.

"Sesuai arahan bupati, kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kabupaten klungkung harus siap," katanya.

Dia tidak memungkiri, walau sebagai tempat pengungsian terdekat, sejumlah daerah di Klungkung juga rawan terkena bencana Gunung Agung.

Klungkung masuk dalam zona kuning dalam bencana Gunung Agung. Diperkirakan akan ada 13 desa Kabupaten Klungkung yang terkena dampak erupsi Gunung Agung, dengan jumlah warga sebanyak 52.000 orang.

"Yang jelas kita sudah sosialisasi ke Kecamatan Dawan dan Klungkung kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan kita evakuasi dari," sebutnya.

Kata dia, antisipasi pada 13 desa ini berkaitan dengan bencana Gunung Agung pada tahun 1963.

"Apakah aliran lava akan terulang seperti 1963 kita tidak tau yang jelas kita persiapkan," katanya.

Tag : gunung agung
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top