GUNUNG AGUNG AWAS: Warga Tianyar Bertahan di Rumah. Ini Alasannya

Meski status Gunung Agung sudah berada di level awas, warga desa ini masih bertahan di rumah dan belum bersedia mengungsi seperti warga lainnya.
Newswire | 24 September 2017 12:57 WIB
Wisatawan mancanegara menunggu mobil angkutan setelah Gunung Agung ditetapkan menjadi level awas di Karangasem, Bali, Jumat (22/9) malam. - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, KARANGASEM - Meski status Gunung Agung sudah berada di level awas, warga desa ini masih bertahan di rumah dan belum bersedia mengungsi seperti warga lainnya.

KSejumlah warga di Desa Tianyar, Kabupaten Karangasem, Bali, masih tetap bertahan di rumahnya, walaupun sudah mendapat perintah untuk mengungsi pascameningkatnya aktivitas Gunung Agung, karena wilayahnya masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB).

"Kami masih bertahan, karena kami memiliki sapi dan binatang peliharaan, sehingga kami tidak bisa meninggalkan rumah," kata seorang warga Desa Tianyar, Karangasem, Jero Mangku Puseh, di rumahnya, Minggu (24/9/2017).

Dia mengaku sebagian besar warganya sudah mengungsi ke tempat aman seperti posko pengungsian di Desa Les dan pengungsian lain di Kabupaten Buleleng.

Namun, aktivitas galian C di Desa Tianyar yang tepat berada di sebelah utara Gunung Agung juga masih berjalan seperti biasa.

Pewarta Antara di Karangasem melaporkan sejumlah kendaraan berat berisi pasir melintas di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Buleleng itu.

Sebelumnya, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Gede Suantika, mengatakan status Gunung Agung meningkat menjadi Awas pada Jumat (22/9) pukul 20.30 Wita.

Terkait peningkatan itu, pihaknya merekomendasikan warga dalam radius 9 kilometer dari kawah gunung tidak boleh ada aktivitas plus kawasan sektoral barat daya, selatan, tenggara, timur laut dan tenggara sejauh 12 kilometer.

Data sementara yang dihimpun Pusdalops BPBD Bali hingga Sabtu (23/9) siang tercatat 15.142 jiwa pengungsi yang tersebar di 125 titik pengungsian dengan rincian tersebar di tujuh kabupaten di sekitar Gunung Agung.

Tujuh kabupaten yaitu Kabupaten Badung ada lima titik (35 jiwa), Kabupaten Bangli 17 titik (465 jiwa), Kabupaten Buleleng 10 titik (2.423 jiwa), Kabupaten Denpasar 6 titik (343 jiwa), dan Kabupaten Gianyar 9 titik (182 jiwa).

Selanjutnya, Kabupaten Karangasem 54 titik (7.852 jiwa), Kabupaten Klungkung 21 titik (3.590 jiwa) dan Kabupaten Tabanan 3 titik (252 jiwa). Untuk pendataan masih dilakukan oleh BPBD. Diperkirakan jumlah pengungsi masih bertambah.

Sumber : Antara

Tag : gunung agung
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top