Iran Tantang AS, Akan Kembangkan Rudal Tanpa Izin

Iran akan meningkatkan kemampuan peluru kendalinya dan tidak akan meminta izin kepada negara mana pun untuk meningkatkan kemampuan persenjataannya.
John Andhi Oktaveri | 22 September 2017 19:21 WIB
Ilustrasi: Fasilitas pengayaan nuklir Iran di Natanz - Reuters/Presidential Official Website/Handout

Kabar24.com, JAKARTA--Iran akan meningkatkan kemampuan peluru kendalinya dan tidak akan meminta izin kepada negara mana pun untuk meningkatkan kemampuan persenjataannya, ujar Presiden Hassan Rouhani merujuk pada pernyataan Presiden AS Donald Trump.

Rouhani berbicara di depan parade militer dan kantor berita negara itu menyebutkan bahwa senjata yang dipamerkan merupakan rudal balistik terbaru dengan jarak tempuh 2.000 km. Senjata mutakhir itu punya kemampuan berbagai jenis hulu ledak.

Kantor berita Tasnim, mengutip Kepala Divisi Ruang Angkasa Garda Republik, Amirali Hajizadeh, menjelaskan sejumlah detil mengenai senjata tersebut.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB kemarin, Trump mengatakan bahwa Iran tengah membangun kemampuan persenjataan rudal. Selain itu Trump menuduh Iran mengekspor senjata itu ke Yaman , Suriah dan negara lainnya di Timur Tengah.

Rouhani juga mengeritik kesepakatan antara AS serta enam negara indutri maju dengan Iran yang menyepakati pembatasan program nuklir dengan imbalan sanksinya dihapus.

Dalam pidato yang disiarkan secara luas, pemimpin Iran itu menyebutkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kekuatan militer untuk pertahanan. "Kami akan meningkatkan kemampuan rudal dan kami tidak akan meminta izin kepada negara manapun," ujarnya

“Semua negara di dunia mendukung kesepakatan nuklir di Majelis Umum PBB tahun ini ...kecuali AS dan negara Zionis Israel,” ujar Rouhani sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (22/9/2017).

Tag : iran
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top