Presiden Macron : Serangan terhadap Rohingya Genosida

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu (20/9/2017), waktu setempat mengatakan serangan terhadap minoritas Rohingya di Myanmar sebagai "genosida".
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 September 2017  |  13:50 WIB
Presiden Macron : Serangan terhadap Rohingya Genosida
Presiden Prancis Emmanuel Macron. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu (20/9/2017), waktu setempat mengatakan serangan terhadap minoritas Rohingya di Myanmar sebagai "genosida".

Prancis akan bekerja sama dengan anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam "genosida yang sedang berkembang ini, pembersihan etnis ini," kata Macron dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Prancis TMC.

Penggunaan kata "genosida" oleh Macron menjadi serangan verbal terkerasnya terhadap operasi militer terhadap Rohingya.

Lebih dari 420.000 anggota minoritas muslim itu melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh.

"Kita harus mengecam pembersihan etnis yang sedang terjadi dan bertindak," kata Macron.

Macron juga "meminta kekerasan diakhiri, meminta akses kemanusiaan..." di bawah perlindungan PBB.

"Ketika PBB mengeluarkan kecaman, ada konsekuensi yang dapat memberikan kerangka kerja untuk intervensi di bawah PBB," katanya.

Rohingya, yang kebanyakan muslim, menghadapi diskriminasi berkepanjangan di Myanmar yang kebanyakan penduduknya penganut Buddha.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB sudah menggambarkan serangan sistematis pasukan keamanan terhadap minoritas Rohingya sebagai "contoh pembersihan etnis dalam buku teks" menurut warta kantor berita AFP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rohingya

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup