Pansus, Jangan Dikit-Dikit Pak Presiden, Kata Zulkifli Hasan

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menolak keinginan Pansus Hak Angket KPK untuk konsultasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena hal itu akan menarik-narik Presiden ke lingkaran Pansus.
John Andhi Oktaveri | 20 September 2017 13:31 WIB
Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunanjar Sudarsa (tengah) - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com,JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menolak keinginan Pansus Hak Angket KPK untuk konsultasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena hal itu akan menarik-narik Presiden ke lingkaran Pansus.

"Pansus kalau sudah punya hasil ya sudah. Jangan dikit-dikit Pak Presiden. Pak Presiden lagi ngurus rakyat, lagi keliling daerah bagaimana persatuan makin kokoh, bagaimana ekonomi tumbuh,” ujar Zulkifli kepada wartawan, Rabu (20/9/2017).

Dia juga berharap Pansus tidak perlu memperpanjang masa kerja, yang akan selesai pada 28 September. Keinginan untuk tidak memperpanjang masa kerja Pansus juga telah dilontarkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Kalau kita bisa menghentikan, kita nggak ngirim (perwakilan). Kalau jalan terus ya kita akhirnya harus mengawal dari dalam seperti sekarang," ujarnya.

Seperti diberitakan, Panitia Khusus (Pansus) Angket KPK telah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR untuk mengirimkan surat permohonan untuk melakukan rapat konsultasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rapat konsultasi itu akan dibahas temuan-temuan Pansus Angket KPK.

"Kami telah kirim surat ke pimpinan DPR dan meminta mengirimkan surat ke Presiden untuk agenda rapat konsultasi dengan Pansus, termasuk pimpinan DPR. Kami berharap rapat konsul sebelum 28 September," kata Wakil Ketua Pansus Angket KPK Taufiqulhadi Senin lalu (18/9).

Tag : Hak Angket KPK
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top