4 Mahasiswi AS Disemprot Cairan Asam di Prancis. Ini Keterangan Kepolisian

Serangan cairan asam terhadap empat mahasiswi asal Amerika Serikat (AS) di sebuah stasiun kereta di Prancis sejauh ini tidak dipandang sebagai aksi terorisme.
Renat Sofie Andriani | 18 September 2017 07:40 WIB
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA – Serangan cairan asam terhadap empat mahasiswi asal Amerika Serikat (AS) di sebuah stasiun kereta di Prancis sejauh ini tidak dipandang sebagai aksi terorisme.

Baik pihak berwenang Prancis maupun kampus keempat mahasiswi tersebut tidak melihat pandangan ekstremis telah memotivasi pelaku penyerangan.

Pada Minggu (17/9) waktu setempat, seorang wanita berusia sekitar 41 tahun ditangkap karena menyemprotkan cairan asam kepada empat mahasiswi AS di stasiun kereta Saint-Charles di Marseille, Prancis.

“Keempat mahasiswi tersebut dirawat di rumah sakit akibat menderita luka bakar setelah disemprotkan cairan asam di wajah mereka di kota Marseille,” jelas Boston College dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Bloomberg (Senin, 18/9/2017).

Keempat mahasiswi tersebut diidentifikasi atas nama Courtney Siverling, Charlotte Kaufman, Michelle Krug, dan Kelsey Kosten. Disebutkan, keempatnya adalah junior yang sedang belajar di luar negeri, tiga di antaranya mengambil program hasil kerja sama Paris dan pihak kampus.

“Mereka tampaknya baik-baik saja, meski mungkin memerlukan perawatan tambahan untuk luka bakar. Kami telah berkomunikasi dengan keempatnya dan orang tua mereka serta tetap berhubungan dengan pejabat Prancis dan Kedutaan Besar AS terkait kejadian ini,” ujar Nick Gozik, kepala Kantor Program Internasional di Boston College.

Pihak kepolisian Prancis menggambarkan tersangka penyerangan memiliki gangguan jiwa serta menyatakan tidak melihat kaitannya dengan tindak terorisme.

Seorang juru bicara kantor kejaksaan Marseille menginformasikan kepada The Associated Press bahwa tersangka tidak memberikan ancaman ataupun pernyataan ekstrem saat serangan tersebut dilakukan. Tidak ada indikasi jelas bahwa tindakan wanita tersebut terkait dengan teror.

Tersangka yang identitasnya dirahasiakan tersebut diketahui memiliki riwayat masalah kesehatan mental namun tidak memiliki kaitan dengan aksi ekstremisme. Surat kabar lokal La Provence mengabarkan bahwa pelaku tetap berada di lokasi serangan hingga kemudian berhasil dibekuk.

Aksi terorisme maupun kekerasan ekstremisme diketahui telah memukul Prancis dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Marseille, sebuah kota pelabuhan di Prancis selatan dekat Barcelona. Bulan lalu, seorang sopir dengan sengaja menabrak dua halte bus di Marseille yang menewaskan seorang wanita.

Tag : terorisme
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top