Rex Tillerson: AS Upayakan Resolusi Damai untuk Korea Utara

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan akan mengupayakan resolusi damai dalam menghadapi aksi Korea Utara. Namun AS juga siap menggunakan kekuatan militer jika upaya diplomatik gagal mengakhiri pergolakan isu nuklir dengan Korea Utara.
Renat Sofie Andriani | 18 September 2017 06:00 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memberi panduan program senjata nuklir dalam foto tak bertanggal yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara Korea Utara. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan akan mengupayakan resolusi damai dalam menghadapi aksi Korea Utara. Namun AS juga siap menggunakan kekuatan militer jika upaya diplomatik gagal mengakhiri pergolakan isu nuklir dengan Korea Utara.

“Jika upaya diplomatik kami gagal, pilihan aksi militer akan menjadi satu-satunya yang tersisa. Tapi ketahuilah, kami mencari solusi damai untuk hal ini,” kata Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson dalam wawancara dengan CBS, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (18/9/2017).

Pernyataan Tillerson muncul menjelang tampilnya Presiden AS Donald Trump dalam sidang tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini. Dalam pertemuan tersebut, Trump akan meminta negara-negara sekutunya untuk menghadapi ancaman rezim Kim Jong Un.

Dalam twitternya pada hari Minggu (17/9), Trump mengejek pemimpin Korea Utara tersebut sebagai 'Rocket Man'.

Menurut Tillerson, strategi AS untuk melanjutkan 'kampanye tekanan yang damai' mengacu pada beberapa hal yakni, tidak mencari perubahan maupun keruntuhan rezim di Korea Utara, tidak mempercepat reunifikasi semenanjung Korea, serta tidak ada alasan untuk mengirimkan pasukan militer.

Seperti diketahui, Sidang Majelis Umum PBB akan digelar di New York, AS pada 18-23 September 2017. Dalam pertemuan tersebut Trump dijadwalkan akan berpidato pada Selasa (19/9).

Dalam pidatonya, Trump direncanakan akan mengusung isu utama mengenai denuklirisasi Korea Utara dan Iran. Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan Trump akan mengajukan dua permintaan yakni, mengajak negara-negara anggota PBB untuk melawan Korut serta menahan Iran untuk melanjutkan program nuklirnya.

PBB sendiri telah melancarkan dua putaran sanksi terhadap Korea Utara karena terus melanjutkan program nuklir maupun menguji kemampuan rudalnya meski mendapat kecaman dari masyarakat internasional.

Pada 12 September, tak lama setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui sanksi baru untuk Korea Utara, Trump mengatakan bahwa pemberian sanksi 'bukanlah sesuatu yang besar'.

Penasihat Keamanan Nasional AS HR McMaster juga mengungkapkan keraguan tentang apakah tindakan ekonomi akan cukup untuk mencegah rezim tersebut. Oleh karenanya, AS harus memastikan bahwa semua opsi sedang dikembangkan.

Tag : korea utara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top