PDB AS Kuartal III/2017 Diperkirakan Melambat, Ini Penekannya

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal III/2017 diperkirakan melambat dari periode sebelumnya, akibat bencana alam yang terjadi sejak Agustus.
Yustinus Andri DP | 17 September 2017 19:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal III/2017 diperkirakan melambat dari periode sebelumnya, akibat bencana alam yang terjadi sejak Agustus.

Goldman Sachs dalam riset terbarunya memperkirakan, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) triwulan ketiga tahun ini hanya akan mencapai 1,6%. Level tersebut direvisi turun dari perkiraan sebelumnya yakni 2,0%, dan lebih rendah dari realisasi kuartal II/2017 yakni 3,0%.

“Salah satu penyebab terbesarnya adalah dampak Badai Harvey yang telah mengurangi aktivitas bisnis pada Agustus,” tulis lembaga tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (17/9/2017).

Senada, Bank Sentral AS di negara bagian Atlanta (The Fed Atlanta) juga memperkirakan pelambatan pertumbuhan ekonomi akan terjadi pada Juli-September 2017. Otoritas tersebut memperkirakan PDB periode tersebut hanya akan tumbuh 2,2%. Sama dengan Goldman, dampak Badai Harvey menjadi salah satu penyebab pelambatan tersebut.

“Penurunan juga disebabkan oleh menurunnya produksi industri dan pejualan ritel pada Agustus,” tulis The Fed Atlanta dalam catatannya.

Pernyataan The Fed Atlanta tersebut dibuktikan juga oleh data terbaru dari Kementerian Perdagangan AS yang menyebutkan penjualan ritel secara tak terduga turun pada Agustus.

Selain itu, produksi industri juga mencatat penurunan terbesar sejak 2009. Penurunan pada dua data ekonomi tersebut terjadi akibat Badai Harvey yang mengganggu aktivitas bisnis Paman Sam.

Selain itu, Kepala Ekonom Naroff Economic Advisors Joel Naroff mengatakan, Badai Harvey dan Badai Irma yang terjadi pada akhir Agustus hingga awal September tersebut juga telah mempengaruhi pasar tenaga kerja.

“Dampak dari kerugian akibat Badai Harvey telah menjadi catatan yang tidak baik, belum lagi dari Badai Irma,” katanya.

Seperti diketahui, dalam rilis terbarunya akhir pekan lalu Kementerian Perdagangan AS menyebutkan penjualan ritel turun 0,2% pada Agustus bulan lalu. Capaian itu menjadi penurunan terbesar dalam enam bulan di mana salah satunya disebabkan karena penjualan kendaraan bermotor anjlok 1,6%. Selain itu penjualan bahan bangunan, elektronik dan peralatan serta pakaian juga turun.

Otoritas perdagangan AS itu juga menyebutkan, meskipun Badai Harvey cenderung menekan penjualan ritel bulan lalu, data sektor tersebut pada Juli dan Juni juga direvisi turun. Kondisi itu menunjukkan moderasi pada belanja konsumen setelah pertumbuhan yang cepat pada kuartal kedua tahun ini.

Dalam sebuah laporan terpisah pada hari Jumat, The Fed mengumumkan produksi industri turun 0,9% pada Agustus. Capaian itu adalah penurunan terbesar sejak Mei 2009. The Fed mengatakan, sekitar 0,75% dari penurunan tersebut disebabkan oleh dampak Badai Harvey yang membatasi aktivitas pengeboran, pelayanan, dan aktivitas ekstraksi minyak dan gas alam.

Tag : ekonomi as
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top