ATASI KEJAHATAN INTERNASIONAL: Database Polri Terhubung dengan Sistem Electronic Aseanpol

Badan Reserse Kriminal Polri dan kepolisian se-Asean akan saling terhubung dengan sistem database Electronic Aseanapol Database System atau e-ADS dalam rangka menanggulangi kejahatan internasional dan transnasional.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 14 September 2017  |  17:33 WIB
ATASI KEJAHATAN INTERNASIONAL: Database Polri Terhubung dengan Sistem Electronic Aseanpol
Kabareskrim Irjen Pol. Ari Dono Sukmanto - Antara

Kabar24.com, JAKARTA — Badan Reserse Kriminal Polri dan kepolisian se-Asean akan saling terhubung dengan sistem database Electronic Aseanapol Database System atau e-ADS dalam rangka menanggulangi kejahatan internasional dan transnasional.

“Sistem ini dibangun berdasarkan kesepakatan para negara anggota Aseanapol. Dengan tujuan sebagai sarana tukar-menukar informasi intelijen agar lebih cepat, tepat, akurat, dan aman,” kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto dalam keterangan tertulis, Kamis (14/9/2017).

Ari menjelaskan saat ini kejahatan transnasional menjadi tantangan besar bagi kepolisian di Asean. Bentuknya a.l. tindak pidana terorisme, perdagangan manusia, narkotika, pencurian ikan, pencurian sumber daya alam seperti flora dan fauna, hingga kejahatan dunia maya.

Selain ketegasan, tambah Ari, dibutuhkan kreativitas aparat penegak hukum untuk mengganjal aksi para pelaku kriminal. Terlebih zaman yang telah berganti seperti saat ini menuntut kecepatan dan ketepatan pengungkapan kasus hukum.

“Bertumpu pada teknologi dan IT, yaitu e-ADS, menjadi salah satu solusi menjawab tantangan itu,” ungkapnya.

Ari menghadiri konferensi Aseanapol ke-37 di Singapura yang salah satunya membahas e-ADS. Selain itu, lanjut Ari, pertemuan tersebut juga membicarakan isu terkini seperti kejahatan lintas negara, update kontak poin dan penguatan kerja sama kawasan dengan negara mitra dialog serta organisasi internasional.

“Selain pembahasan 10 jenis kejahatan lintas negara yang menjadi isu bersama dan telah disepakati, juga membicarakan pertukaran program pendidikan dan kerja sama laboratorium forensik antarnegara Aseanapol. Ini juga menjadi penting karena banyak peristiwa hukum terjadi lintas negara,” kata mantan Kapolda Sulawesi Tengah ini.

Dalam pembukaan Aseanapol, Deputi Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean menyatakan kolaborasi sesama penegak hukum di Asean menjadi titik krusial menanggulangi kejahatan yang kini semakin intens menyerang negara-negara di kawasan tersebut.

“Ini menandakan era baru dalam teknologi pertukaran informasi dalam kerangka kerja sama Aseanapol,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polri, kejahatan

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup