Dana Desa Diusulkan Juga untuk Fasilitas Membaca. Presiden Jokowi: "Akan Saya Urus"

Setelah pengiriman buku gratis melalui PT . Pos Indonesia disetujui oleh Presiden Joko Widodo, kali ini para penggiat literasi pustaka bergerak mengusulkan pemanfaatan dana desa untuk fasilitas membaca masyarakat.
Ramdha Mawaddha | 14 September 2017 11:32 WIB
Presiden Jokowi menyapa para penggiat literasi sesaat setelah meresmikan Gedung Perpustakaan Nasional RI di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017). - Bisnis/Ramdha Mawaddha

Bisnis.com, JAKARTA-- Setelah pengiriman buku gratis melalui PT . Pos Indonesia disetujui oleh Presiden Joko Widodo, kali ini para penggiat literasi pustaka bergerak mengusulkan pemanfaatan dana desa untuk fasilitas membaca masyarakat.

Melalui Duta Baca Nasional Najwa Shihab, aspirasi ini disampaikan sesaat sebelum peresmian Gedung Perpustakaan Nasional RI, Kamis(14/08/2017).

"Para penggiat literasi mengusulkan untuk memanfaatkan dana desa. Bayangkan dana desa Rp1 miliar bisa dimanfaatkan bukan hanya bangun gedung dan jembatan. Sebagian dana itu bisa beli buku dan membuat kegiatan yang bisa membuat anak-anak jatuh cinta dengan buku," kata Najwa.

Tak hanya Najwa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendi juga merespons baik ide para penggiat literasi. Dalam sambutannya di hadapan Presiden, Muhadjir mengutarakan ide pemanfaatan desa ini.

"Kami mohon menyampaikan aspirasi penggiat pustaka tentang dana desa untuk fasilitas membaca," katanya.

Jokowi pun menyambut antusias ide para penggiat literasi ini. Sesaat sebelum meresmikan gedung Perpustakaan Nasional, Jokowi mengatakan siap menampung aspirasi ini.

"Akan saya urus masalah ini [dana desa untuk fasilitas membaca]," katanya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top