Idul Adha : Kuota Pengiriman Sapi Bali Meningkat Jadi 30.000 Ekor

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali membuka kuota pengiriman sapi bali ke luar daerah pada Iduladha tahun ini meningkat menjadi 30.000 ekor, dari periode sama tahun lalu hanya memberikan izin pengiriman ke luar daerah sebanyak 16.800 ekor.
Ni Putu Eka Wiratmini | 29 Agustus 2017 19:51 WIB
Sapi Bali - blog.act.id

Kabar24.com, DENPASAR – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali membuka kuota pengiriman sapi bali ke luar daerah pada Iduladha tahun ini meningkat menjadi 30.000 ekor, dari periode sama tahun lalu hanya memberikan izin pengiriman ke luar daerah sebanyak 16.800 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali I Putu Sumantra mengatakan peningkatan kuota ini disebabkanya tingginya permintaan pengiriman sapi Bali dari luar daerah.

Sapi Bali ini biasa dikirim ke Jakarta, Bekasi, Surabaya, dan ada pula ke Kepulauan Riau.

“Pemohon rata-rata dari Bekasi dan biasanya akan disebar lagi ke daerah-daerah lainnya,” ungkapnya, Selasa (29/8/2017).

Menurutnya, kebijakan menambah kuota pengiriman sapi keluar daerah karena pada periode sama tahun lalu dirasa lebih sedikit dibandingkan dengan tingginya permintaan.

Pada tahun lalu, Disnak hanya membuka keran pengiriman sebanyak 5.600 ekor per bulan.

Maka, sejak tahun ini, pihaknya membuat ketentuan, khusus untuk tiga bulan jelang Iduladha, yakni Juni, Juli, dan Agustus, kuota pengiriman sapi Bali adalah sebanyak 30.000 ekor.

Sementara, untuk bulan-bulan setelahnya, kuota pengiriman sapi Bali lebih dikurangi, yakni pada angka maksimal sebanyak 2.800 ekor.

Menurutnya, pembatasan ini penting untuk mempertahankan populasi sapi. Saat ini pada tahun ini ada sebanyak 553 ekor sapi di Bali.

Dari jumlah tersebut, dalam setahun, sebanyak 40.000 dikhususkan untuk konsumsi masyarakat Bali dan sebanyak 51.000 untuk dikirim ke luar Bali. Sementara, sisanya digunakan untuk mempertahankan populasi.

“Kita tidak berani mengeluarkan banyak karena segitu kemampuan kita,” sebutnya.

Dia mengakui jumlah sapi di Bali masih terhitung surplus. Walau demikian, pihaknya tidak berani dalam mengambil keputusan untuk terus meningkatkan jumlah sapi yang dikirim ke luar Bali.

Kata dia, jika kuota semakin ditingkatkan maka dikhawatirkan populasi sapi di bali turun sebab untuk kurban iduladha, permintaan akan sapi jantan sangatlah tinggi.

Sumantra mengatakan pembatasan ini juga berkaitan dengan kualitas sapi Bali yang masih menjadi primadona. Jika dibiarkan permintaannya tanpa ada pembatasan, maka sapi Bali akan habis sehingga tidak menjadi primadona lagi.

“Jadi kita harus tetap atur supaya bisa berlanjut,” sebutnya.

Dia mengatakan, jika kebijakan peningkatan pengiriman ini menguntungkan semua pihak, maka akan diterapkan lagi untuk Iduladha tahun depan.

“Nanti kalau ini kenyataannya kesedian , pasarm dan harga bagus maka mungkin tahun depan kita mungkin buat porsi pengeluaran yang sama,” sebutnya.

Kata dia, sapi Bali masih menjadi primadona lantaran ukuran badan yang kecil sehingga bisa untuk dimanfaatkan untuk kelompok kecil tanpa perlu mengeluarkan biaya yang besar.

Selain itu, sapi bali juga didominasi oleh daging yang banyak, sehingga menguntungkan konsumen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sapi bali, idul adha

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top