Kemajuan Proses Negosiasi Brexit Masih Lambat

Jelang perundingan Brexit putaran ketiga yang digelar pekan ini, perbedaan pandangan kembali muncul.
Yustinus Andri DP | 28 Agustus 2017 14:00 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Jelang perundingan Brexit putaran ketiga yang digelar pekan ini, perbedaan pandangan kembali muncul.

Pejabat Inggris menghendaki agar pembahasan meliputi masa depan hubungan Uni Eropa-Inggris, tetapi Uni Eropa justru menolaknya.

Dalam pertemuan yang rencananya akan digelar pada Senin-Rabu (28-30 Agustus), Uni Eropa meminta agar Inggris lebih dahulu menyelesaikan segala macam administrasi untuk keluar dari blok tersebut a.l. meliputi pembayaran biaya perceraian dengan Uni Eropa senilai 60 miliar euro, hak-hak ekspatriat di kedua kawasan dan persoalan perbatasan dengan Irlandia Utara.

Adapun, dalam perundingan putaran ketiga ini, Inggris menghendaki agar topik yang dibahas adalah mengenai  hubungan kepabeanan kedua kawasan dan akses sektor finansial ke pasar tunggal Uni Eropa.  Rencana tersebut setidaknya telah tercermin dari makalah yang dibawa oleh Menteri Brexit David Davis ke pertemuan yang digelar di Brussels tersebut.

“Perbedaan pendapat kedua kawasan yang terus meningkat inilah yang membuat kemajuan dari proses negosiasi berjalan sangat lambat,” kata salah satu pejabat Uni Eropa yang enggan disebut namanya, seperti dikutip dari Reuters, Senin (28/8/2017).

Menurutnya, kedua kawasan harus lebih menekan ego politiknya demi mendapatkan kemajuan. Pasalnya, perundingan yang terjadi selama ini sangat jarang menyetuh pokok-pokok teknis perceraian kedua negara. Dia pun memperkirakan hingga Oktober, tidak akan ada kesepakatan baru yang diperoleh oleh kedua kawasan.

Terpisah, para petinggi perusahaan yang berorientasi ekspor di Inggris menyatakan bahwa pembahasan mengenai regulasi kepabeanan kedua kawasan  sangatlah penting. Pasalnya, biaya kepabeanan akan membengkak jika Inggris tak mengadopsi aturan yang ada selama ini.

Tag : Brexit
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top