Badai Harvey Akan Hantam AS, Industri Minyak Terancam

Daratan Amerika Serikat (AS) disinyalir akan diterjang badai terdahsyat dalam kurun waktu 12 tahun. Efek angin kencang dan hujan deras dari badai tersebut diperkirakan ikut menekan jantung industri pengilangan minyak AS.
Renat Sofie Andriani | 25 Agustus 2017 14:15 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Daratan Amerika Serikat (AS) disinyalir akan diterjang badai terdahsyat dalam kurun waktu 12 tahun. Efek angin kencang dan hujan deras dari badai tersebut diperkirakan ikut menekan jantung industri pengilangan minyak AS.

Badai Harvey dengan kecepatan angin hingga 125 mil (201 km) per jam diperkirakan akan mencapai daratan AS pada Jumat atau Sabtu dini hari waktu setempat.

Badai tersebut berpotensi memicu gelombang di permukaan laut setinggi 12 kaki (3,7 meter) dan curah hujan hingga 35 inci (97 cm) di seluruh bagian Texas. Peringatan banjir juga berlaku untuk wilayah utara Meksiko dan Louisiana.

Ancaman tersebut telah mendorong evakuasi serta batalnya aktivitas sekolah-sekolah di sepanjang selatan pantai Texas, yang merupakan rumah bagi 5,8 juta orang dari Corpus Christi hingga Galveston.

Sejumlah perusahaan energi menutup kilang-kilang pantai, menarik pekerja mereka dari platform minyak lepas pantai Teluk Meksiko, serta menghentikan aktivitas pengeboran minyak darat di selatan Texas pada Kamis waktu setempat.

Berdasarkan data pemerintah AS, kapasitas produksi minyak mentah Teluk Meksiko lepas pantai tercatat hanya mencapai kurang dari 10%, dengan produksi gas alam mencapai hampir 15% ketika aktivitas pengeboran dihentikan pada tengah hari.

US National Hurricane Center (NHC) menyatakan, badai Harvey yang diperkirakan akan segera menerjang daratan AS merupakan badai Kategori 3, ketiga paling kuat dalam skala Saffir-Simpson.

Terjangan badai Harvey kali ini akan menjadikannya sebagai badai besar pertama yang melanda daratan AS sejak badai Wilma menyerang Florida pada tahun 2005.

Pihak otoritas Louisiana dan Texas merilis pernyataan bencana serta mengizinkan penggunaan sumber daya negara untuk persiapan menghadapi badai ini. NHC memperkirakan badai Harvey bergerak perlahan di atas Texas dan menyusuri negara bagian tersebut selama berhari-hari.

“Harvey disertai hujan dan gelombang badai yang akan menyebabkan banjir yang menghancurkan dan mengancam jiwa ke bagian-bagian pantai Texas,” jelas NHC, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/8/2017).

Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Donald Trump telah mengetahui kondisi ini dan siap menyediakan sumber daya jika diperlukan.

“Saya harap masyarakat akan mendengarkan ramalan cuaca tentang bahaya banjir bandang. Banjir bandang bisa datang dengan cepat dan bisa mematikan,” tutur Walikota Corpus Christi, Joe McComb kepada penduduk kota Texas.

Sementara itu Houston, kota dengan populasi terpadat keempat di AS, telah mengeluarkan peringatan kepada warganya akan ancaman banjir akibat hujan deras selama beberapa hari.

HARGA BENSIN MELONJAK

Efek badai Harvey yang menerjang wilayah pantai Texas, lokasi bagi sejumlah kilang minyak terbesar di AS, serta merta dapat memukul industri penyulingan minyak AS.

Lebih dari 45% kapasitas pengilangan AS berada di sepanjang Pantai Teluk AS, dan hampir seperlima jumlah minyak mentah nasional diproduksi di lepas pantai wilayah tersebut. Namun seiring dengan datangnya badai ini, sejumlah pelabuhan mulai dari Corpus Christi hingga Texas City, Texas, ditutup untuk kapal yang masuk.

Tiga kilang di Corpus Christi dan satu kilang di daratan Three Rivers telah ditutup. Satu kilang lainnya mengurangi produksi dan sisanya juga kemungkinan akan ditutup.

Padahal, keempat kilang yang telah ditutup itu memiliki kapasitas gabungan sebesar lebih dari 840.000 barel minyak mentah per hari (bph).

Perusahaan energi top dunia, di antaranya Royal Dutch Shell Plc., Anadarko Petroleum Corp., dan Exxon Mobil Corp telah mengevakuasi pekerja mereka dari platform gas dan minyak lepas pantai di sepanjang jalur badai.

Pemerintah AS mengonfirmasikan bahwa kapasitas produksi minyak mentah di Teluk dihentikan di sekitar 167.000 bph atau 9,6%. Adapun produksi gas alam dihentikan di 472 juta meter kubik per hari atau 14,6% dari produksi.

Badai ini juga bisa menyebabkan banjir ke ladang minyak shale di selatan Texas yang menghasilkan lebih dari satu juta barel minyak per hari.

Kekhawatiran bahwa Harvey dapat menyebabkan kekurangan pasokan bahan bakar mendorong harga bensin acuan ke level tertinggi tiga pekan. Harga bensin di pasar fisik spot Pantai Teluk naik bahkan naik lebih tinggi ke level tertinggi satu tahun.

Berdasarkan data Reuters, margin keuntungan untuk kilang yang menmproduksi bensin naik lebih dari 12% serta bergerak menuju kenaikan persentase harian terbesar dalam enam bulan.

Badai Harvey membawa harga minyak mentah melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober kemarin ditutup anjlok 98 sen atau 2,02% di US$47,43 per barel di New York Mercantile Exchange.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, badai

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top