Porsi Pembiayaan ke Sektor Hotel dan Restoran di Bali Turun

Porsi penyaluran kredit bank umum konvensional di Bali ke sektor hotel dan restoran sepanjang periode Januari-Juni 2017 mengalami penurunan.
Feri Kristianto | 23 Agustus 2017 20:45 WIB
Rupiah

Kabar24.com, DENPASAR--Porsi penyaluran kredit bank umum konvensional di Bali ke sektor hotel dan restoran sepanjang periode Januari-Juni 2017 mengalami penurunan.

Berdasarkan data Kantor OJK Regional 8 Bali Nusra, pada semester 1/2017, porsi kredit ke sektor hotel dan restoran sebesar 9,84% dari total kredit, turun jika dibandingkan dengan porsi pada akhir 2016 sebesar 10,11%.

Kendati porsinya turun, tetapi secara nilai menunjukkan peningkatan tipis, yakni Rp7,01 triliun‎ atau tumbuh 1,6% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp6,9 triliun.

Jika sektor hotel dan restoran menurun porsinya, sektor perdagangan besar dan eceran tidak mengalami perubahan signifikan.

Pada enam bulan lalu kredit ke sektor ini senilai Rp23,1 triliun atau 32,45% dari total kredit. Adapun pada periode sama tahun lalu porsi pembiayaan ke sektor ini sebesar 32,63%.

Penyaluran kredit terbesar bank umum konvensional adalah bukan lapangan usaha senilai Rp27,28 triliun atau 38,29% dari total kredit. Sementara itu jika berdasarkan kota tujuan, kredit terbanyak disalurkan ke Denpasar senilai Rp40,84 triliun atau 57,31% dari total kredit‎.

Selain Denpasar, Kabupaten Badung dan Buleleng menjadi lokasi penyaluran kredit terbesar kedua dan ketiga.

Kedua daerah masing-masing menyerap pembiayaan senilai Rp9,02 triliun atau 12,66%, dan Rp5,2 triliun atau 7,33% dari total kredit bank umum konvensional.‎ Total kredit yang disalurkan oleh bank umum konvensional mencapai Rp69,38 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, kredit

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top