NIlai Perdagangan China-Korut Kembal Turun

Nilai perdagangan China dan Korea Utara kembali jatuh pada Juli dari bulan sebelumnya. Kondisi itu berpeluang menurunkan tekanan Amerika Serikat (AS) terhadap Negeri Panda.
Yustinus Andri DP | 23 Agustus 2017 19:05 WIB
. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA—Nilai perdagangan China dan Korea Utara kembali jatuh pada Juli dari bulan sebelumnya. Kondisi itu berpeluang menurunkan tekanan Amerika Serikat (AS) terhadap Negeri Panda.

Administrasi Pabean China (General Administration of Customs/GAC) melaporkan, impor China dari Korea Utara pada Juli turun 3% dari bulan sebelumnya menjadi US$ 156 juta. Jumlah tersebut sepertiga lebih rendah dari periode yang sama pada tahun lalu.

Adapun, sepanjang Januari-Juli 2017 impor China dari Korea Utara turun 16,3% menjadi US$1,04 miliar. GAC melaporkan penurunan tersebut paling besar disebabkan oleh ditutupnya aktivitas impor batu bara oleh China dari Korea Utara. Kebijakan itu diambil demi mengendalikan pembangunan rudal balistik oleh Pyongnyang.

“Surplus perdagangan China terhadap Korea Utara juga turun dari US$489 juta pada Juni menjadi US$456 juta pada Juli,” tulis GAC, dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/8/2017).

Seperti diketahui, aktivitas impor batu bara dari Korea Utara oleh China telah dihentikan sejak Februari. Selain itu, China juga terus mengurangi impor komoditas lainnya dari Korea Utara seperti bijih besi dan bensin, di mana nilai impor kedua produk tersebut berada pada tiik terendahnyas ejak Januari 2016.

“China juga secara tak langsung mengurangi impor produk komoditas lain selain batu bara bulan lalu, sebelum embargo dari Dewan Keamanan PBB diberlakukan bulan ini. China telah bertindak lebih dahulu dalam menangani proyek militer Pyongyang,” ujar salah satu sumber yang enggan disebut namanya.

Seperti diketahui, DK PBB akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Korut pada awal bulan ini setelah mencapat persetujuan dari 15 anggotanya.  Mereka sepakat memangkas semua ekspor dari Korut yang berupa batu bara, besi, timah dan produk makanan laut. Kebijakan itu merupakan tanggapan atas serangkaian uji coba rudal balisitik ilegal yang dilakukan oleh Pyongyang selama ini.

Hukuman tersebut diperkirakan bakal memangkas ekspor Korut hingga US$1 miliar pada tahun ini. Nilai tersebut dinilai cukup mampu memberi efek jera kepada negara tersebut, di mana setiap tahunnya pendapatan  nasional ditopang oleh ekspor batu bara, baja dan produk makanan laut.

Di samping membatasi aktivitas ekspor, DK PBB juga melarang pembukaan entitas atau perusahaan baru yang melibatkan pengusaha dari Korut. Organisasi internasional itu juga akan membatasi jumlah penduduk Korut yang bekerja di negara lain. Adapun, perusahaan patungan yang melibatkan Korut juga akan dicegah untuk memperluas operasinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi global, ekonomi china

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top