Kepolisian Spanyol Buru Younes Abouyaaqoub, Tersangka Pelaku Teror Barcelona

Pihak kepolisan Spanyol memburu tersangka pelaku utama di balik serangan sebuah van di Barcelona yang telah menewaskan 13 orang pekan lalu.
Renat Sofie Andriani | 21 Agustus 2017 07:18 WIB
Petugas polisi patroli di dekat lokasi kejadian polisi membunuh empat penyerang di Cambrils, bagian selatan Barcelona, Spanyol, Kamis (17/8/2017) malam - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Pihak kepolisan Spanyol memburu tersangka pelaku utama di balik serangan sebuah van di Barcelona yang telah menewaskan 13 orang pekan lalu.

Operasi keamanan dilancarkan di Catalonia dan perbatasan Prancis untuk mencari Younes Abouyaaqoub, pria kelahiran Maroko, satu-satunya dari 12 tersangka yang masih berkeliaran. Abouyaaqoub diyakini telah menyeberang ke Prancis.

Pelaku lainnya yang terlibat dalam serangan tersebut telah ditangkap, ditembak oleh polisi, atau tewas dalam sebuah ledakan di sebuah rumah di Catalonia, sehari sebelum sebuah van menabrak kerumunan pejalan kaki di Las Ramblas, Barcelona.

“Kami tidak memiliki informasi spesifik mengenai hal ini, namun ini tidak dapat dikesampingkan,” ujar kepala polisi Catalan, Josep Lluis Trapero, dalam sebuah konferensi pers di Barcelona saat ditanya apakah Abouyaaqoub telah menyeberang ke Prancis.

Media Spanyol mengabarkan pihak berwenang meyakini Abouyaaqoub adalah pelaku yang mengendarai van untuk menerjang kerumunan wisatawan dan penduduk lokal yang berjalan di sepanjang jalanan Las Ramblas pada Kamis (17/8) waktu setempat.

Namun Trapero mengaku bahwa dia belum bisa memastikan siapa yang berada di belakang kemudi.

Pihak keluarga mengatakan Abouyaaqoub telah mulai menunjukkan perilaku konservatif yang lebih religius dalam setahun terakhir. Ia menolak untuk berjabat tangan dengan wanita saat berkunjung ke tempat kelahirannya di Maroko pada bulan Maret.

Keluarga pun terkejut dan marah setelah menemukan dugaan keterlibatan pria berusia 22 tahun itu dalam serangan di Barcelona. Ibunda Abouyaaqoub, Hannou Ghanimi, mengatakan kepada wartawan di Catalonia bahwa dia menginginkan agar anaknya menyerahkan diri ke polisi.

“Saya lebih suka melihat dia di penjara daripada akhirnya meninggal,” tutur Ghanimi, seperti dikutip dari Reuters (Senin, 21/8/2017).

Kelompok Negara Islam (IS) telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan penabrakan mobil van ke arah kerumunan orang di Barcelona. Bukti yang terlihat pada hari Minggu (20/8) menunjukkan anggota kelompok tersebut melakukan perjalanan ke negara-negara Eropa lainnya.

Hans Bonte, walikota Vilvoorde, dekat Brussels, mengatakan kepada televisi VRT bahwa Abdelbaki Es Satty - seorang imam yang dicurigai menjadi bagian dari kelompok tersebut - berada di Belgia tahun lalu untuk mencari pekerjaan.

Belgia diketahui telah terpukul oleh sejumlah serangan militan Islam. Vilvoorde sendiri telah menjadi pusat radikalisme Islam di Belgia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
barcelona, terorisme

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top