Cuitan Trump Ikut Dongkrak Kapitalisasi Pasar Twitter

Popularitas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut berhasil mendongkrak pendapatan Twitter Inc.
Yustinus Andri DP | 20 Agustus 2017 18:55 WIB
Ilustrasi Twitter. - Bloomberg/Chris Ratcliffe

Bisnis,com, JAKARTA—Popularitas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut berhasil mendongkrak nilai kapitalisasi pasar Twitter Inc.

Analis Monness Crespi Hardt & Co. James Cakmak mengatakan, tanpa adanya Trump nilai kapitalisasi Twitter hanya akan mencapai seperlima dari nilainya saat ini. Dia menyebutkan jika akun Twitter @realDonaldTrump berhenti ‘bercuit’ maka nilai kapitalisasi Twitter akan tereduksi US$2 miliar.

“Tidak ada iklan yang gratis paling ampuh di dunia selain dari apa yang dikatakan oleh Presiden AS,” kata Cakmak, seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (20/8/2017).

Seperti diketahui, Trump acapkali melontarkan tanggapan terhadap sebuah situasi atau gambaran kebijakan terbarunya melalui akun Twitter-nya. Adapun, Presiden dari Partai Republik tersebut memiliki 36 juta pengikuti dan telah ‘bercuit’ lebih dari 35.000 kali sejak pertamakali membuat akun pribadinya pada 2009.

Untuk itu dia berharap agar Twitter benar-benar memanfaatkan sentimen positif tersebut untuk memperkuat kinerja dan pendapatannya. Pasalnya, setiap cuitan yang cenderung berbau politik dari Trump, sama sekali tidak memengaruhi bisnis perusahaan media sosial tersebut.

“Twitter harus mengeksekusi strategi yang tepat. Pasalnya jika kita lihat, saat ini Twitter kurang mampu memanfaatkan peluang yang ada di depan mata mereka,” lanjutnya.

Twitter sendiri menyebutkan bahwa pengguna aktif hariannya berhasil meningkat 12% pada kuartal II/2017. Menurut Chakmak, peningkatan tersebut salah satunya ditopang oleh cuitan-cuitan dari Trump yang dinantikan oleh masyarakat dunia.

Adapun, Chakmak menyebutkan bahwa pengguna harian Twitter saat ini mencapai 125 juta orang, atau 30% lebih sedikit dari media sosial Snapchat yang dimiliki oleh Snap Inc. Saham Twitter tercatat telah jatuh 14% sejak Trump memenangkan kursi kepresidenan pada pemilihan 8 November.

Harga saham Twitter anjlok akibat kinerja buruk perusahaan media sosial itu pada triwulan kedua tahun ini sehingga perusahaan ini dikhawatirkan tidak akan bisa menyaingi Facebook yang kinerja keuangannya justru semakin mengkilap.

Twitter, yang kesulitan berpacu dalam dunia media sosial yang bergerak kencang ini, menelan rugi bersih US$116 juta pada kuartal II/2017, atau lebih besar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan rugi bersih US$107 juta

Pendapatan periode tersebut  juga terpangkas 5% dibandingkan dengan tahun lalu menjadi US$574 juta, sedangkan pendapatan iklan turun 8% menjadi US$489 juta.

Kinerja negatif Twitter tersebut berbanding terbalik dengan Facebook pada periode yang sama yang mencatatkan kenaikan 71% menjadi US3,9 miliar. Kenaikan tersebut disokong oleh pendapatan iklannya.

Analis Trip Chowdhry pada Global Equities Research memperkirakan harga saham Twitter akan terus anjlok sampai US$10 per saham ke bawah karena perusahaan ini gagal menarik pasar di tengah dominasi Facebook. Lou Kerner, pendiri Social Internet Fund, memperkirakan Twitter menghadapi masa depan yang kian suram, yang berbalikkan dengan Facebook.

Tag : twitter, Donald Trump
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top