Teror Mapolda Sumut: Ini Kronologi Penyerangan Mapolda Sumut

Mabes Polri mempublikasikan kronologis lengkap penyerangan pos penjagaan Mapolda Sumatra Utara sehingga menewaskan satu anggota yakni Aiptu Martua Sialingging. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, pada Minggu (25/6/2017) dini hari tepatnya pukul 02.30 WIB, dua orang pelaku SP dan AR melompati pagar Mapolda dan langsung menuju ke pos penjagaan di pintu keluar yang saat itu hanya ditunggui oleh korban.
MG Noviarizal Fernandez | 30 Juni 2017 15:45 WIB
Personel Brimob berjaga di dekat pos polisi Mapolda Sumut pascapenyerangan oleh teroris, di Medan, Sumatra Utara, Minggu (25/6). - Antara/Irsan Mulyadi

 

Bisnis.com, JAKARTA -- Mabes Polri memublikasikan kronologis lengkap penyerangan pos penjagaan Mapolda Sumatra Utara sehingga menewaskan satu anggota, yakni Aiptu Martua Sialingging.

 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, pada Minggu (25/06/2017) dini hari tepatnya pukul 02.30 WIB, dua orang pelaku SP dan AR melompati pagar Mapolda dan langsung menuju ke pos penjagaan di pintu keluar yang saat itu hanya ditunggui oleh korban.

 

“Rekan korban Brigadir Ginting Munthe tengah melakukan patroli di sekitar lokasi,” paparnya, Jumat (30/06/2017).

 

Setelah masuk ke pos penjagaan, para pelaku mendapati korban tengah tertidur. Tanpa ampun, mereka menghujamkan pisau yang telah disiapkan sebelumnya ke tubuh korban berkali-kali hingga korban tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan.

 

Setelah melumpuhkan korban, kedua pelaku berupaya mencari senjata api, tetapi tidak berhasil mendapatkannya sehingga mereka berupaya menghilangkan jejak dengan menyiram bensin ke tubuh korban dan menyulut api hingga terbakar.

 

“Api juga akhirnya membakar sebagian pos penjagaan,” tambahnya.

 

Saat hendak melarikan diri, kedua pelaku dipergoki oleh rekan korban Brigadir Ginting Munthe yang kemudian turut diancam oleh para pelaku menggunakan pisau yang sama Munthe kemudian berteriak memanggil rekannya yang berada di pos penjagaan pintu masuk.

 

“Setelah rekannya tiba, dia mendapati kedua pelaku tengah mengacungkan pisau ke arah Brigadir Munthe dan mereka langsung dilumpuhkan. AR tewas sementara SP ditembak di bagian kaki,” jelasnya.

 

Rikwanto mengatakan penyerangan terhadap anggota polisi di saat tengah melakukan penjagaan telah terjadi berkali-kali sehingga Mabes Polri memerintahkan para anggota di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
terorisme

Editor : Maria Yuliana Benyamin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top