Libur Lebaran, Pimpinan KPK Berbagi Tugas

Pimpinan KPK berbagi tugas saat cuti bersama Idulfitri, termasuk mengatur siapa yang tetap berjaga di Jakarta.
Newswire | 30 Juni 2017 07:30 WIB
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) dan Alexander Marwata memberikan keterangan pers mengenai OTT di Bengkulu, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/6). - Antara/Hafidz Mubarak A

Kabar24.com, JAKARTA--Pimpinan KPK berbagi tugas saat cuti bersama Idulfitri, termasuk mengatur siapa yang tetap berjaga di Jakarta.

"Tidak ada piket-piketan secara formal. Jaga kantor sih tidak, tapi kami saling menghargai. Ini kan ada beberapa pimpinan yang pulang kampung, mudik, sedangkan yang lain tinggal di Jakarta stand by. Jaga-jaga kalau ada yang emergency untuk segera meneken surat," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Jakarta, Kamis (29/6/2017) malam.

Alexander tidak pulang ke kampung halamannya saat libur Lebaran tahun ini meski istri dan anaknya sudah mudik ke Klaten, Jawa Tengah.

"Tidak ada aturan harus siapa di Jakarta, hanya kesepakatan saja, tidak ada aturannya," tambah Alexander.

"Di Jakarta ada saya dan Pak Saut, Bu Basaria ke luar kota, Pak Agus mudik, Pak Laode juga mudik," tambah Alexander.

Menurut Alexander, dia berjaga di Jakarta agar bila sewaktu-waktu ada kegiatan seperti operasi tangkap tangan (OTT) tetap ada pimpinan KPK yang dapat melakukan gelar perkara di Jakarta.

"Misalnya ada OTT, kan harus kami ekspose karena ada batasan waktunya 1x24 jam, jadi saya bisa langsung ke kantor, kan ada surat-surat penahanan," ungkap Alexander.

Informasi kegiatan KPK di luar tetap ia terima melalui telepon seluler. "Ya diinformasikan Lewat handphone karena ajudan juga mudik. Jadi tidak ada yang istimewa," ungkap Alexander.

Dalam sebulan terakhir KPK telah melakukan lima kali OTT yaitu OTT terhadap Inspektur Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta auditor BPK, OTT terhadap legislator DPRD Jawa Timur dan pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Jatim, OTT terhadap jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, OTT terhadap Ketua DPRD Kota Mojokerto dan SKPD Mojokerto serta OTT terhadap Gubernur dan istri gubernur Bengkulu dan pengusaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpk

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top