Soal Balon Udara, Kata Ganjar Pranowo Kesenggol Pesawat Bisa Cilaka

Maraknya balon udara yang diterbangkan oleh masyarakat sebagai bagian dari ritual tahunan, memperoleh perhatian dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Newswire | 30 Juni 2017 01:51 WIB

Kabar24.com, YOGYAKARTA —  Maraknya balon udara yang diterbangkan oleh masyarakat sebagai bagian dari ritual tahunan, memperoleh perhatian dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar melarang warga masyarakat menerbangkan balon udara yang menjadi tradisi menyemarakkan Lebaran karena membahayakan penerbangan.

"Itu [balon] ngisi-nya kan pakai gas, kalau disampluk [kesenggol] pesawat kan cilaka nanti," katanya, di Semarang, Kamis (29/6/2017).

Tradisi pelepasan balon udara banyak dilakukan warga di daerah Wonosobo, Jateng.

Ganjar mengatakan sudah meminta masyarakat, khususnya yang berada di daerah Wonosobo untuk tidak menerbangkan balon udara berukuran besar yang diterbangkan tanpa awak karena membahayakan.

"Membahayakan. Makanya, suka tidak suka, mau tidak mau, tetap tidak boleh. Apalagi, sampai masuk jalur penerbangan. Kalau tidak masuk jalur penerbangan sebenarnya pemerintah tidak apa-apa," katanya.

Namun, kata dia, faktanya selama ini balon-balon udara itu tidak terkendali arahnya karena bisa bergeser ke kanan dan ke kiri sehingga bisa membahayakan jalur penerbangan atau pesawat.

Di samping membahayakan penerbangan, Ganjar menambahkan balon-balon udara itu juga membahayakan karena bisa menyebabkan kebakaran jika turun di tempat yang tidak semestinya.

"Bahkan, di beberapa tempat kan turun sendiri. Kalau enggak salah di Jawa Timur. Ya, sanksinya kalau membahayakan kan pidana. Namun, kami berharap masyarakat tidak sampai terkena tindakan itu," pungkasnya.

Tag : pln
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top