Kabar Penyidik KPK Novel Baswedan Belum Menggembirakan

Setelah diserang pada April lalu, penglihatan penyidik KPK Novel Baswedan masih belum pulih. Sejumlah pemeriksaan dan tindakan medis terus dilakukan untuk mengembalikan fungsi mata kanan dan kiri Novel.
MG Noviarizal Fernandez | 29 Juni 2017 12:10 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata, di Jakarta, Selasa (11/4). - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA—Kamis (20/6/2017) merupakan hari ke-79 setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan diserang dua orang bersepeda motor dalam perjalanan pulang setelah menunaikan salat subuh di masjid dekat rumah di Kelapa Gading Jakarta, pada Selasa, 11 April 2017 lalu.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan setelah mengalami seluruh perawatan hingga melewati Ramadan dan dapat menjalankan Idulfitri bersama istri dan anak di Singapura, Novel berpesan bahwa dia tetap teguh hati menjadi bagian dari kerja pemberantasan korupsi.

“Informasi yang kami terima dari tim yang mendampingi di Singapura, hari ini direncanakan akan dilakukan pemeriksaan kembali. Sebelumnya, Rabu pagi kemarin dilakukan tes penglihatan dan observasi pertumbuhan lapisan kornea mata,” paparnya Kamis (29/6/2017) siang ini.

Mata kanan Novel dapat membaca deret angka sampai urutan keempat pada baris pertama. Penglihatan Novel kurang maksimal karena lensa yang sering bergeser. Adapun, mata kiri baru mampu sebatas melihat jari.

Untuk kondisi lapisan kornea, mata kanan telah menunjukkan perbaikan kendati masih terdapat bagian yang belum pulih. Febri mengatakan dalam 1 minggu hingga 2 minggu ke depan dokter akan memutuskan tindakan lanjutan berupa penggunaan lensa kontak keras atau dengan memicingkan sebagian kecil mata. Pemicingan mata akan dilakukan jika perbaikan lapisan kornea tidak mengalami perkembangan yang berarti. Untuk mata kiri, dokter berencana akan segera mengambil tindakan setelah upaya medis untuk memulihkan mata kanan selesai dilakukan.

“Kondisi jaringan di bagian putih mata kiri diperkirakan sulit untuk tumbuh kembali. Terdapat alternatif dilakukan operasi besar untuk menggantikan jaringan di bagian putih mata yang telah mati di mata kiri tersebut,” ujarnya.

Pada momentum Idulfitri ini, Febri menyampaikan permintaan maaf dari Novel dan keluarga sekaligus berharap segala niat baik, semangat dan ikhtiar melawan korupsi menjadi lebih baik setelah tempaan panjang ini. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpk, novel baswedan

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top