EROPA DISERANG RANSOMWARE: Ancaman The Shadow Brokers Terbukti

Serangan Virus Ransomware berjenis WannaCry melanda Eropa, dari Rusia, Ukraina, Rumania, Belanda, Norwegia hingga Inggris pada Selasa (27/6/2017). Tapi tahukah Anda, bahwa rencana serangan itu sudah diungkapkan 1 bulan sebelumnya?
Reuters | 28 Juni 2017 01:26 WIB
Pesan yang muncul saat komputer terinfeksi virus Ransomware WannaCry

Bisnis.com, MOSKWA--Serangan Virus Ransomware berjenis WannaCry melanda Eropa, dari Rusia, Ukraina, Rumania, Belanda, Norwegia hingga Inggris pada Selasa (27/6/2017). Tapi tahukah Anda, bahwa rencana serangan itu sudah diungkapkan 1 bulan sebelumnya?

Pada pertengahan bulan lalu atau tepatnya Rabu (17/5/2017), The Shadow Brokers, kelompok peretas yang bertanggung jawab melakukan pencurian sistem Eternal Blue yang dikembangkan oleh Badan Keamanan Nasional AS (NSA), mengaku akan melepaskan kode virus baru dalam waktu dekat. Virue tersebut yang tidak hanya menyerang perangkat lunak komputer, melainkan juga menyerang sistem di ponsel pintar.

Kala itu, mereka menjanjikan bakal melepas koder virus baru pada Juni mendatang. Dalam unggahannya di sebuah blog, The Shadow Brokers mengaku bakal melepas kode virus yang baru jika ada pihak yang bersedia membayar mahal.

“Lebih jelasnya ada pada bulan Juni,” tulis Shadow Brokers seperti dikutip dari Reuters ketika itu.

Kelompok peretas tersebut juga mengancam bakal menggunakan virus baru tersebut untuk membajak data nasabah dari bank-bank multinasional. Mereka juga menyatakan dapat menggunakan virus terbaru untuk mencuri data program rudal Rusia, China, Iran dan Korea Utara.

Sejauh ini, sebaran serangan ransomware WannaCry telah mencapai 150 negara dan 80 perusahaan multinasional dengan total serangan melanda lebih dari 300.000 komputer

Salah satu korban serangan, perusahaan media di Ukraina, Selasa, (27/6/2017), seperti dikutip Reuters, menyatakan komputernya terkunci dan peretas meminta uang tebusan sebesar US$300 dalam bentuk Bitcoin untuk membuka akses dokumen yang terkunci.

"Jika anda melihat kalimat ini, maka dokumen-dokumen anda tidak dapat dibuka karena terenkripsi. Jangan buang waktu anda karena tidak ada seorang pun yang dapat membukanya tanpa bantuan kami," demikian pesan yang tertulis, seperti dikutip dari Channel 24, kantor berita Ukraina.

Pesan yang sama juga muncul di sistem komputer A.P. Moller-Maersk, perusahaan pelayaran yang berbasis di Rotterdam, Belanda.

"Lagi-lagi serangan oleh WannaCry," kata Mikko Hypponen, kepala peneliti F-Secure.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cyber crime

Sumber : Reuters
Editor : Gajah Kusumo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top