Wali Kota Palembang Minta Maaf Pada Warga

Pemerintah Kota Palembang menjadikan Idulfitri 1 Syawal 1438 Hijriah sebagai momentum untuk memohon maaf kepada warga karena terdampak pembangunan infrastruktur pendukung Asian Games 2018.
Samdysara Saragih | 25 Juni 2017 22:02 WIB
Bus Kota melintas di atas Jembatan Ampera Palembang,Sumsel, Senin (13/3). - Antara/Feny Selly

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang menjadikan Idulfitri 1 Syawal 1438 Hijriah sebagai momentum untuk memohon maaf kepada warga karena terdampak pembangunan infrastruktur pendukung Asian Games 2018.

Saat ini, Ibu Kota Sumatra Selatan itu tengah mengebut pembangunan prasarana Light Rail Transit (LRT) Pelambang, jembatan Musi IV, jembatan Musi VI, jembatan tol Musi V, jalan layang Simpang Bandara, dan jalan layang Simpang Keramasan. Infrastruktur yang dibangun untuk mengurai kemacetan saat Asian Games itu membuat lalu lintas Palembang tersendat.

“Saya atas nama Pemkot meminta maaf atas ketidaknyamanan dalam berlalu lintas akibat pembangunan LRT Palembang, jalan layang, dan fasilitas umum lainnya,” kata Wali Kota Palembang Harnojoyo di Masjid Agung Palembang, Minggu (25/6/2017).

Politikus Partai Demokrat ini menjelaskan infastruktur tersebut harus dibangun dalam rangka menyukseskan Asian Games 2018. Sejauh ini, Harnojoyo mengaku mendapat dukungan dari masyarakat, parlemen, maupun Pemerintah Provinsi Sumsel.

Palembang, kata dia, bakal menikmati buah pembangunan bila penyelenggaraan Asian Games 2018 berhasil. Bahkan, Harnojoyo menjanjikan Kota Pempek bakal masuk dalam daftar kota tercantik di Asia.

“Semoga dengan kembali fitrahnya masyarakat Palembang, cita-cita kita menjadikan kota ini elok, madani, aman, kondusif, dan sejahtra dapat terwujud,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjanjikan dukungan kepada Pemkot Palembang untuk mengerjakan konstruksi prasarana pendukung Asian Games 2018 sampai tuntas. Menurut dia, belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia pembangunan infrastruktur sebesar di Palembang.

“Hanya di Palembang, hanya di Sumsel. Palembang harus menjadi kota metropolitan dalam arti yang sebenar-benarnya,” ucapnya.

Gubernur Alex dan Wali Kota Harnojoyo mengikuti Shalat Idulfitri 1 Syawal 1438 H di Masjid Agung Palembang bersama dengan para pejabat daerah dan ribuah jemaah lainnya. Sang Khatib Shalat Ied, Amri Siregar, berpesan kepada para pemimpin di Sumsel untuk memegang teguh amanah yang telah diberikan oleh rakyat.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel ini menyitir himbauan Imam Al-Ghazali bahwa tiga golongan dalam masyarakat yakni rakyat biasa, pemimpin, dan ulama-intelektual harus saling mengingatkan. Bila salah satu golongan rusak maka tatanan masyarakat secara keseluruhan akan rusak pula.

“Rusaknya rakyat karena pemimpin, rusaknya pemimpin karena ulama-intelektual, rusaknya ulama-intelektual karena tamak terhadap harta dan kedudukan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palembang

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top