Mahasiswa Unair Ciptakan Pengganti Massa Tulang dari Serpihan Terumbu Karang

Mahasiswa S1 Teknik Biomedik, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga Surabaya membuat bahan pengganti massa tulang yang hilang akibat pengangkatan massa tulang maupun amputasi dalam operasi pada kasus penderita kanker tulang atau osteosarcoma.
Annisa Sulistyo Rini | 22 Juni 2017 00:51 WIB
Tim PKMPE Unair dipimpin Andini Isfandiari menunjukkan bone filler yang memiliki sifat antikanker. Mereka berhasil membuat bahan pengganti massa tulang yang hilang karena pengangkatan massa tulang atau amputasi dalam operasi pada kasus penderita kanker tulang dari ekstrak daun sirsak (annona muricata). - Istimewa

Kabar24.com, SURABAYA--Mahasiswa S1 Teknik Biomedik, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga Surabaya membuat bahan pengganti massa tulang yang hilang akibat pengangkatan massa tulang maupun amputasi dalam operasi pada kasus penderita kanker tulang atau osteosarcoma.

Pengganti massa tulang, atau bone graft tersebut, dibuat dari serpihan terumbu karang.

Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE), Hana Zahra Aisyah mengatakan dia bersama empat temannya melakukan penelitian ini untuk menemukan alternatif atas permasalahan yang terjadi, di mana kasus kanker tulang di Indonesia semakin bertambah.

Kanker tulang atau osteosarcoma merupakan salah satu tipe kanker yang menyerang bagian tulang manusia. Gejala penyakit ini seringkali diabaikan, karena acapkali dianggap nyeri biasa.

Penanganan dari kanker tulang dapat berupa pengangkatan massa tulang sampai amputasi. Berangkat dari permasalahan itulah, Hana Zahra Aisyah, Juliani Nurazizah Setiadiputri, Agisa Prawesti, Danang Pristiono, dan Ferisya Kusuma Sari memanfaatkan kekayaan hayati laut Indonesia berupa terumbu karang untuk dimanfaatkan menjadi bahan pengganti massa tulang.

"Di luar negeri sudah ada yang memanfaatkan terumbu karang sebagai bahan bone graft, namun terumbu karang sendiri termasuk kekayaan hayati laut yang dilindungi dibalik potensinya yang besar. Untuk itu kami ingin memaksimalkan potensinya tanpa merusak kekayaan hayati laut dengan menggunakan serpihan terumbu karang hasil gerusan ombak yang banyak terdapat di pasir-pasir pantai," kata Hana dalam keterangan resmi, Rabu (21/6/2017).

Dibawah bimbingan dosen Djoni Izak Rudyardjo, penelitiannya diajukan dalam program PKM-PE dengan judul "Coral Grains sebagai Bahan Baku Pembuatan Hidroksiapatit - Alginat untuk Aplikasi Bone Graft pada Kanker Tulang (Osteosarcoma)". Setelah melewati penilaian yang ketat, Dirjen Dikti penelitian ini layak memperoleh dana penelitian dari Kemenristekdikti dalam PKM 2017.

Ditambahkan oleh Hana, bahwa untuk meningkatkan kekuatan terumbu karang ini, kandidat bone graft ini juga ditambahkan dengan Alginat. Alginat merupakan bahan yang kompatibel dengan tulang dan berfungsi untuk meningkatkan kekuatan bone graft agar tidak rapuh.

"Kami ingin memberikan harapan bagi penderita kanker tulang bahwa kehilangan sebagian tulang bukanlah akhir dari segalanya. Mudah-mudahan inovasi kami ini bisa membantu mereka untuk beraktivitas kembali," tambah Agisa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
riset, tulang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top