PERTEMPURAN DI MARAWI : Filipina Akhiri Perang Sebelum Idulfitri

Pesawat tempur Filipina membombardir posisi pemberontak, sedangkan pasukan darat melancarkan tekanan dari darat terhadap kaum militan islamis yang bertahan di bagian selatan Kota Marawi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Juni 2017  |  06:28 WIB
PERTEMPURAN DI MARAWI : Filipina Akhiri Perang Sebelum Idulfitri
Pesawat tempur An OV-10 Bronco melepaskan bom dalam serangan udara terhadap pemberontak kelompok Maute di Kota Marawi Filipina, Selasa (20/6/2017). - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA -- Pesawat tempur Filipina membombardir posisi pemberontak, sedangkan pasukan darat melancarkan tekanan dari darat terhadap kaum militan islamis yang bertahan di bagian selatan Kota Marawi.

Ofensif terbaru ini ditujukan untuk mengakhiri perang sebelum Idulfitri pekan ini, kata juru bicara militer Filipina Brigjen Restitudo Padilla.

Operasi besar dilancarkan karena Filipina khawatir pemberontak mendapatkan tambahan kekuatan setelah Idulfitri nanti.

Pertempuran di Marawi sudah memasuki pekan keenam di mana sekitar 350 orang tewas akibat perang ini.

Warga yang melarikan diri dari kota itu memberikan kesaksian bahwa mayat bergelimpangan di puing-puing rumah yang hancur karena dibom dan ditembaki.

"Kami menargetkan pembersihan Marawi sampai akhir Ramadan," kata Restituto Padilla.

Para komandan tentara dan polisi bertemu di Kota Cagayan de Oro untuk membahas lagi strategi dan operasi melawan para militan yang telah menyatakan bersumpah setia kepada ISIS itu.

"Kami belum bisa memastikan kapan kami dapat mengakhiri ini karena kami sedang bertempur dari pintu ke pintu dan ada banyak ranjau yang membahayakan tentara kami," kata Padilla.

Dia mengatakan tujuan militer adalah mencegah konflik bertambah luar sebelum akhir Ramadan.

"Kami mengawasi kelompok-kelompok tertentu dan kami harap mereka tidak ikut bergabung dalam perang," kata Padilla.

Beberapa warga muslim Marawi mengatakan kelompok-kelompok lain bisa bergabung dengan militan setelah Ramadan selesai.

"Sebagai muslim yang taat, kami dilarang berperang selama Ramadan, jadi setelah itu mungkin akan ada kelompok-kelompok baru yang bergabung," kata Faisal Amir yang memilih bertahan di kota itu kendati berkecamuk perang.

Militer Filipina mengungkapkan 257 militan, 62 tentara dan 26 warga sipil tewas akibat perang ini. Ratusan orang diyakini bersembunyi di ruang-ruang bawah tanah di kota ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ISIS, marawi filipina

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top