Hindari PHK 3.300 Karyawan, Bima Multifinance Restrukturisasi Sukarela

Perusahaan pembiayaan PT Bima Multifinace mengaku perusahaan sedang berada dalam titik terburuk sehingga mengajukan restrukturisasi utang secara sukarela di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Deliana Pradhita Sari | 20 Juni 2017 17:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan PT Bima Multifinace mengaku perusahaan sedang berada dalam titik terburuk sehingga mengajukan restrukturisasi utang secara sukarela di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Dalam proposal perdamaian yang diperoleh Bisnis, Bima Multifinance (debitur) mengaku pendapatan perusahaan terus merosot. Debitur telah kehilangan pendapatan dari angsuran atau fee based income sebesar Rp10 miliar setiap bulannya.

Seiring dengan hal ini, debitur telah merumahkan 500 karyawan. Adapun debitur memprediksi akan ada 1.100 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Juni 2017 di seluruh cabang debitur di Indonesia.

Kendati begitu, debitur berjanji akan memberikan pesangon kepada karyawan yang otomatis menjadi kreditur preferen, yang haknya harus didahulukan.

Para karyawan, papar proposal tersebut, mengalami demotivasi kerja lantaran proses PHK dan ketidakpastian dari kelangsungan hidup perusahaan. Demotivasi itu memacu kenaikan non performing loan (NPL) atau kredit macet, sehingga penerimaan angsuran mengalami penurunan.

Jalan restrukturisasi utang harus ditempuh untuk menyehatkan kembali operasional perseroan. Pasalnya, apabila tidak restrukturisasi maka Bima Multifinace berpotensi melakukan PHK atas 3.300 karyawan.

“Perseroan tetap memiliki tanggung jawab mengembalikan utang kepada seluruh kreditur,” ujar kuasa hukum Bima Mutifinance Yosef Mado Witin.

Utang pokok debitur mencapai Rp1,09 triliun. Rinciannya, utang kepada bank selaku kreditur separatis sebesar Rp706 miliar. Sementara itu, utang kepada kreditur konkuren senilai Rp332 miliar yang berupa utang obligasi.

Kreditur separatis pemegang tagihan terbesar yakni PT Bank Daerah Kalimantan Selatan Rp127,11 miliar, PT Bank Victoria International Tbk Rp111,93 miliar dan PT Bank Sahabat Sampoerna senilai Rp83,57 miliar.

Laporan Tahunan PT Bima Multi Finance 2016

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pkpu

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top