Sulut Jajaki Kerja Sama dengan Guizhou

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tengah menjajaki kerja sama di bidang pariwisata, perikanan, dan pendidikan dengan Provinsi Guizhou, provinsi yang terletak di Barat Daya Republik Rakyat China.
Rivki Maulana | 19 Juni 2017 20:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani (kiri) dan Menko Polhukam Wiranto (kanan) - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, MANADO -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tengah menjajaki kerja sama di bidang pariwisata, perikanan, dan pendidikan dengan Provinsi Guizhou, provinsi yang terletak di Barat Daya Republik Rakyat China.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani mengatakan penjajakan tersebut merupakan tindaklanjut dari pertemuan sebelumnya di Guizhou. Dia menambahkan, pemerintah berharap Guizhou bisa langsung mengunjungi Sulawesi Utara guna melihat potensi kerja sama yang bisa dirintis.

“Tentunya bila kerjasama ini bisa ditindaklanjuti, maka akan saling menguntungkan jika antara Provinsi Sulut dan Provinsi Guizhou dapat menjadi Sister City untuk kerjasama di sektor pariwisata, perdagangan dan perikanan”, jelas Puan dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis.com, Senin (19/6/2017).

Gubernur Guizhou, Sun Zhigan, mengatakan pihaknya melakukan kunjungan balasan ke Jakarta guna melanjutkan kerja sama yang sudah ada dan membuka kerja sama baru. Dia menerangkan, di sektor pendidikan saat ini Guizhou menjalin kerja sama dengan 15 perguruan tinggi di Indonesia dan sekitar 20 lebih mahasiswa sedang belajar di Guizhou, ini menandakan hubungan kerjasama pendidikan Pemerintah indonesia dan Guizhou sangat baik. Selain itu, di bidang oariwisata, sekitar 12 ribu orang Indonesia berkunjung ke Guizhou tahun lalu.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey ,mengatakan saat ini provinsi berjuluk Bumi Nyiur Melambai itu memang telah menjalin banyak kerja sama dengan beberapa provinsi di China. Dia menuturkan, saat ini Sulut telah mengirim 20 orang untuk belajar bahasa Mandarin di Guangzhou, 30 orang belajar pertanian di Guangdong dan 60 lainnya belajar bahasa Mandarin, pariwisata dan agribisnis. “Kami sangat mengaharapkan kerjasama ini dapat diperluas tak hanya sebatas dengan Provinsi Guizhou namun ke provinsi lain di Tiongkok”, harap Olly.

Untuk diketahui, Guizhou setidaknya memiliki lima strategi pengembangan bakat yang berhasil meningkatkan jumlah profesionalisme antara lain di bidang manajemen perusahaan, teknologi profesional, talenta praktis perdesaan dan talenta bergelar doktor. Guizhou juga berhasil mengembangkan proyek pembangunan pedesaan dengan memodernisasi sistim produksi, pengolahan dan pemasaran (value chain) komoditas, penyediaan infrastruktur dan bantuan teknis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top