Juru Runding Brexit Meminta UE Tak Ragu Biarkan Inggris Memisahkan Diri

Negosiasi resmi antara Inggris dan Uni Eropa terkait Brexit akan diselenggarakan pada esok hari, Senin (19/6/2017) waktu setempat.
Yustinus Andri DP | 18 Juni 2017 17:25 WIB
ilustrasi - reuters

Bisnis.com, LONDON—Negosiasi resmi antara Inggris dan Uni Eropa terkait Brexit akan diselenggarakan pada esok hari, Senin (19/6/2017) waktu setempat.

Adapun dalam negosiasi tersebut akan melibatkan Juru Runding Brexit dari Inggris David Davis dan Juru Runding Utama Uni Eropa Michel Barnier. Davis pun telah meminta agar UE tidak ragu lagi membiarkan negaranya meninggalkan blok tersebut.

"Ketika saya pergi ke Brussels untuk memulai perundingan Brexit, seharusnya UE tak perlu ragu lagi untuk membiarkan kami [Inggris] pergi sesuai referendum," Ungkap Davis seperti dikutip dari Reuters, Minggu (18/6/2017)

Lebih lanjut dia mengatakan dengan meninggalkan UE, hal itu akan memberikan Inggris kesempatan untuk mendapat masa depan baru yang lebih cerah karena Inggris akan lebih bebas mengendalikan perbatasan, hukum domestik, dan menjadi negara yang lebih berdaulat dan independen.

Hal itu seolah menegaskan sikap Perdana Menteri Inggris Theresa May pada pekan lalu. May berpegang teguh pada prinsipnya untuk memberikan Inggris kontrol penuh atas pengendalian imigran, dalam proses perceraian dengan Uni Eropa. Dia pun mengancam Inggris akan meninggalkan UE tanpa kesepakatan baru jika situasi perundingan tidak memberikan keuntungan yang maksimal bagi Inggris.

Sikap May berbeda dengan Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond yang menilai Inggris perlu mengambil sikap pragmatis untuk menemukan solusi yang tepat bagi hubungan baru dari kedua kawasan tersebut.

Menurut surat kabar The Sun, sang Menteri Keuangan Inggris itu telah mendapatkan dukungan dari Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd mengenai perlunya memusatkan perhatian pada perekonomian Inggris dalam proses negosiasi Brexit. Dua mantan perdana menteri dari Partai Konservatif juga mendesak May untuk melunakkan pendekatannya.

Terpisah, Menteri Perekonomian Jerman Brigitte Zypries menyatakan bahwa masih ada kesempatan bagi Inggris jika ingin kembali ke pelukan Uni Eropa. Pernyataan ini sama dengan yang diungkapkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble pekan lalu.

Zypries pun mengaku menyesalkan keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Pasalnya, berdasarkan riset dari kementeriannya, keputusan Brexit kemungkinan akan menyebabkan kerusakan lebih parah bagi perekonomian Inggris daripada Jerman.

Kekhawatiran Jerman itu setidaknya telah tampak dari data ekonomi terbaru Inggris. Kementerian Perdagangan Inggris melaporkan, penjualan ritel merosot 1,2% pada Mei dibandingkan April. Sebelumya, anggaran belanja konsumen juga dilaporkan terus turun akibat kenaikan harga dan pertumbuhan upah yang mendatar. Selain itu para pelaku bisnis juga memilih menunda investasinya. 

Tag : Brexit
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top