Thailand Siapkan Fasilitas Perawatan Pesawat

Thailand sedang berusaha untuk menggoyang dominasi Singapura dalam menyediakan fasilitas perbaikan dan perawatan pesawat terbang untuk kawasan Asia Tenggara.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 30 Mei 2017  |  17:10 WIB
Thailand Siapkan Fasilitas Perawatan Pesawat
ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA— Thailand sedang berusaha untuk menggoyang dominasi Singapura dalam menyediakan fasilitas perbaikan dan perawatan pesawat terbang untuk kawasan Asia Tenggara.

Saat ini, Pemerintah Thailand telah siap menyalurkan dana senilai US$5,7 miliar untuk merenovasi bekas bandara militer pada era perang Vietnam yakni Bandara Internasional U-Tapao, menjadi pusat perbaikan dan perawatan pesawat berskala internasional.

Ajarin Pattanapanchai, Wakil Sekretaris Jendral Dewan Investasi Negara Thailand mengatakan Sikorsky Aircraft yang dimiliki oleh Lockheed Martin Corp. menjadi salah satu perusahan yang sedang menjajaki bandara tersebut untuk dibangun sebagai pusat reparasi dan perawatan pesawat.

“Singapura terlalu padat saat ini. Untuk memenuhi permintaan maskapai penerbangan yang meningkat pesat di Myanmar, Vietnam dan Kamboja, kami merasa perlu ada lokasi baru untuk melakukan praktik reparasi dan perawatan,” kata Pattanapanchai, seperti dikutip dari Bloomberg (30/5/2017).

Selain Sikorsky, Airbus SE tercatat jugatelah menadantangani perjanjian kerjasama dengan Thai Airways Intenational Plc. untuk membangun fasilitas MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) di sejumlah bandara sipil di dekat Bangkok.

Pattanapanchai menilai, Thailand memiliki potensi yang cukup baik untuk menjadi lokasi pembangunan MRO baru selain Singapura di Asia Tenggara. Pasalnya, Thailand dinilai memiliki kekuatan dan kelebihan pada sektor otomotif dan teknik di kawasan Asean.

Adapun, proyek tersebut tersebut merupakan bagian dari rencana Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-Ocha untuk memacu perekonomian nasionalnya, yang telah jauh tertinggal dari negara Asia Tenggara lain pascaaksi kudeta militer pada tiga tahun lalu.

Proyek ini juga merupakan komponen kunci dari rencana nasional Thailand dalam menginvestasikan dana senilai 1,5 triliun baht (US$44 miliar) pada 2017-2021 untuk mengembangkan kawasan pesisir timur negara itu.

Selain proyek MRO itu, Negeri Gajah Putih juga sedang gencar mencari dana dari investor swasta untuk membangun proyeks kereta api cepat senilai US$4,5 miliar, pembangunan kawasan kota baru senilai US$11,5 miliar dan pengembangan kawasan industri senilai US$14 miliar dolar.

Pattanapanchai mengaku optimis Thailand dapat menghimpun pendanaan untuk sejumlah proyek tersebut setelah arus investasi asing langsung (FDI) tumbuh cukup pesat pascaaksi kudeta. Peningkatan terbesar menurutnya ada pada sektor digital dan teknologi tinggi.

Berdasarkan laporan Dewan Investasi Nasional Thailand, arus FDI telah meningkat menjadi US$8,6 miliar pada 2016 dari US$2,7 miliar pada 2015.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
thailand, maskapai penerbangan

Sumber : Bloomberg

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top