KPK-Polda Metro Jaya Sepakat Bertemu Setiap 2 Pekan

Kepala bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan KPK maupun tim penyidik dari Polda Metro Jaya sama-sama sepakat untuk menggelar pertemuan regular kendati secara informal, informasi perkembangan bisa dilakukan setiap saat.
KPK-Polda Metro Jaya Sepakat Bertemu Setiap 2 Pekan MG Noviarizal Fernandez | 21 Mei 2017 18:02 WIB
KPK-Polda Metro Jaya Sepakat Bertemu Setiap 2 Pekan
Komisaris Besar RP Argo Yuwono - jatim.polri.go.id

Kabar24.com, JAKARTA — Kepolisian Daerah Metro Jakarta bersama Komisi Pemberantasan Korupsi bersepakat melakukan pertemuan rutin setiap dua pekan untuk memantau perkembangan penyelidikan atas kasus yang menimpa Novel Baswedan.

Kepala bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan KPK maupun tim penyidik dari Polda Metro Jaya sama-sama sepakat untuk menggelar pertemuan regular kendati secara informal, informasi perkembangan bisa dilakukan setiap saat.

“Yang terpenting, untuk kegiatan pengungkapan kasus ada yang cepat dan lambat semua tergantung situasi. Polda Metro serius ungkap kasus ini semakin cepat semakin baik supaya tidak dapat beban atau utang,” ujarnya, Minggu (21/5/2017).

Argo menegaskan pada prinsipnya polisi membuka diri mengenai informasi dari berbagai lini terkait dengan penyelidikan kasus penyiraman yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan.

“Dalam menangani kasus ini kita tidak gunakan asumsi tapi data di lapangan baik itu saksi, barang bukti, dan saksi ahli, bukti petunjuk. Segala kemungkinan di TKP kita petakan, cek,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa sejauh ini penyidik telah menerapkan metode induktif yang bersumber dari data-data yang bersumber dari lokasi kejadian mulai dari keterangan saksi, barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas, termasuk keterangan korban yang jika telah memungkinkan, akan dimintai keterangan di Singapura.

“Selain itu kami juga menerapkan metode deduktif untuk melakukan penilaian potensi ancaman yang datang dari pihak-pihak yang pernah tersangkut kasus korupsi di mana kasus-kasus itu disidik oleh Novel Baswedan,” paparnya.

Dari hasil penerapan dua metode tersebut, sejauh ini polisi telah melakukan pengerucutan penyidikan terhadap tiga orang yang berinisial AL, H dan N namun berdasarkan pendalaman alibi pada hari kejadian, ketiganya tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi kejadian perkara.

“Ada yang mengaku ke Malang, kita cek boarding pass pesawat, manifest penumpang, di Malang dia ke mana saja kita cek juga termasuk ke ATM. Ada yang kerja sebagai tenaga keamanan di spa, kita cek alibinya semua,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpk, polisi

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top