Di Bali, KUR Didominasi Pedagang Eceran dan Besar

Sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR di Bali pada awal tahun ini.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 16 Mei 2017  |  17:46 WIB
Di Bali, KUR Didominasi Pedagang Eceran dan Besar
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, DENPASAR - Sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR di Bali pada awal tahun ini.

Hingga Selasa (16/5/2017) Kantor Regional OJK 8 Bali Nusra mencatat, dari total dana KUR yang disalurkan hingga akhir Februari‎ mencapai Rp3,4 triliun, sektor perdagangan dan eceran menyedot Rp2,3 triliun atau 68%.‎ Kendati menyerap paling besar, tetapi kualitas kreditnya masih terjaga.

Terbukti, tingkat rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang disumbangkan hanya 0,44%. Adapun sektor yang menunjukkan NPL tertinggi adalah sektor properti, usaha persewaan dan jasa perusahaan.

Sementara itu, sektor lain yang menyerap dana KUR cukup besar adalah pertanian, perburuan dan kehutanan mencapai Rp423,3 miliar, diikuti oleh industri pengolahan Rp206 miliar, dan jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya Rp215 miliar. Adapun sektor pertambangan dan penggalian menyerap paling sedikit hanya Rp70,34 juta.

Regulator di Bali juga mencatat, penyaluran KUR mikro total mencapai Rp2,1 triliun, sedangkan KUR ritel senilai Rp1,3 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kur

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top