Tetap Uji Coba Nuklir, AS Sebut Pemimpin Korut Sakit Jiwa

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan bahwa uji coba peluru kendali balistik jarak menengah dan jauh yang dilakukannya kemarin sukses dan berencana mengembangkannya dengan hulu ledak yang lebih dahsyat.
John Andhi Oktaveri | 15 Mei 2017 10:42 WIB
Benda metal yang diyakini sebagai bagian dari peluncuran roket jarak jauh Korea Utara, Minggu (7/2) - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA—Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan bahwa uji coba peluru kendali balistik jarak menengah dan jauh yang dilakukannya kemarin sukses dan berencana mengembangkannya dengan hulu ledak yang lebih dahsyat.

Sembari menyaksikan peluncuran rudal tersebut, Kim menyebutkan bahwa pihaknya tidak peduli dengan ancaman Amerika Serikat terkait larangan pengembangah senjata nuklir. Dia memastikan akan mengembangkan senjata itu untuk meluncurkan hulu ledak nuklir yang lebih dahsyat sebagaimana dikutip Bloomberg, Senin (15/5).

Uji coba kemarin memperlihatkan roket itu mencapai ketinggian lebih dari 2.000 meter sebelum menyentuh permukaan laut lepas dengan jarak 787 kilometer dari tempat peluncurannya.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley menuduh pemimpin Korut, Kim Jong-un berada dalam posisi paranoia atau menderita penyakit jiwa yang berpikir aneh dan suka mengkhayal. Washington juga akan terus memperkuat pengawasannya atas Pyongyang.

"Anda pertama harus masuk ke dalam kepala Kim Jong-un, bahwa dia berada dalam kondisi paranoia, dia amat khawatir dengan setiap hal dan semua hal di sekelilingnya," kata Haley.

Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat bekerja sama lebih baik dengan China yang merupakan sekutu utama Pyongyang. Begitu juga dengan seluruh komunitas internasional akan menyingkirkan Korut.

Presiden Donald Trump sudah menyerukan 'sanksi yang lebih keras' namun China mendesak agar semua pihak menahan diri.
Dua uji coba rudal oleh Korut pada bulan lalu gagal karena roketnya meledak hanya beberapa menit setelah diluncurkan.

Sebelumnya Jepang mengatakan bahwa uji cpba rudal terakhir mungkin melibatkan jenis rudal baru dengan jangkauan ketinggian yang mencapai lebih dari 2.000 km.

Sementara Presiden Korea Selatan yang baru terpilih, Moon Jae-in, yang ingin meningkatkan komunikasi dengan Korut, mengatakan uji coba sebagai 'provokasi yang gegabah'.

Tag : nuklir
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top