Banjir Bandang Terjang Desa Sambungrejo Magelang

Hujan deras yang melanda kawasan Gunung Merbabu sepanjang Sabtu (29/4/2017) sore, menimbulkan bencana alam banjir bandang di Dusun Nipis, Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang Jawa Tengah (Jateng).
Newswire | 29 April 2017 19:18 WIB
Warga duduk di teras rumah yang terendam banjir di Kwadungan, Ngawi, Jawa Timur, Senin (24/4). - Antara/Siswowidodo

Kabar24.com, MAGELANG — Hujan deras yang melanda kawasan Gunung Merbabu sepanjang Sabtu (29/4/2017) sore, menimbulkan bencana alam banjir bandang di Dusun Nipis, Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang Jawa Tengah (Jateng).

Banjir yang disertai lumpur itu menerjang permukiman warga hingga menyebabkan empat orang tewas dan dua lainnya masih dalam pencarian.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, bencana banjir bandang itu terjadi sekitar pukul 16.42 WIB. Sebelum banjir menerjang, kawasan sekitar desa itu memang dilanda hujan cukup deras.

“Hujan deras itu membuat debit air di sungai-sungai sekitar desa itu naik. Alhasil, tanggul tak mampu menampung air hingga menyebabkan banjir yang disertai lumpur,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Sarwa Pramana, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu sore.

Sarwa menambahkan kawasan di sekitar Desa Sambungrejo sebenarnya sudah kerap dilanda bencana banjir bandang saat hujan deras. Hal itu dikarenakan, kawasan di sekitar desa tersebut memang berdekatan dengan sungai-sungai besar, seperti Sungai Sambungrejo yang alirannya menuju Sungai Elo.

Sementara itu informasi yang diperoleh Semarangpos.com dari BPBD Kabupaten Magelang, empat warga warga dikabarkan tewas itu adalah Sutar, 50, Sumisah, 60, Mirah, 30, dan Aryanti yang berprofesi sebagai bidan desa. Sedangkan, warga yang mengalami luka berat akibat bencana banjir bandang di Jateng itu ada dua orang, yakni Marwan, 30, dan Nanda, 13.

“Untuk Aryanti adalah bidan desa yang ditemukan dan dievakuasi di reruntuhan rumah dinas bidan desa yang ditempatinya sekitar pukul 16.40 WIB. Sedangkan, yang masih dalam pencarian adalah dua orang, yakni anak Aryanti dan pembantunya,” jelas Sarwa.

Sumber : solopos

Tag : banjir
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top