Sumsel Bakal Komersialkan Lahan LRT

Pemprov Sumsel terus menggodok konsep pemanfaatan lahan yang berada lahan di sekitar jalur light rail transit (LRT) yang direncanakan akan menjadi area komersil untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD).
Dinda Wulandari | 28 April 2017 13:50 WIB
Pekerja mengerjakan pembangunan stasiun light rail transit (LRT) atau kereta api ringan di salah satu zona pembangunan di Palembang, Sumsel, Senin (17/4). - Antara/Feny Selly

Kabar24.com, PALEMBANG - Pemprov Sumsel terus menggodok konsep pemanfaatan lahan yang berada lahan di sekitar jalur light rail transit (LRT) yang direncanakan akan menjadi area komersil untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Nasrun Umar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan stakeholder mulai dari PT KAI, Biro Hukum, Dishub, Badan Pendapatan Asli Daerah hingga BPD Sumsel-Babel untuk membahas pemanfaatan lahan di sekitar jalur LRT.

"Akan dibuat kesepakatan, namun sebelum itu akan dibuat payung hukumnya. Mengingat, ini akan menjadi PAD dan lahan yang akan dimanfaatkan banyak," katanya, Jumat (28/4/2017).

Menurut Nasrun, seluruh lahan akan dimanfaatkan mulai dari depo stasiun, 13 titik stasiun, ruang publik, gerbong kereta, ticketing dan lainnya.

“Nantinya, PAD ini akan dilakukan kerja sama dengan BUMD yakni PDPDE (Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi),” katanya.

Namun demikian, dia melanjutkan, pihaknya belum bisa memastikan mekanisme pemanfaatan area tersebut karena masih dibahas.

“Kemungkinan Juli nanti semua konsep pembiayaan dan pemanfaatan lahan sudah diketahui. Termasuk benefit berupa PAD apa yang didapat,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang Perkeretaapian Dishub Sumsel Afrian Jon menambahkan, saat ini progres pembangunan sekitar 40,7%.

“Progress ini sudah lewat masa krusial pasalnya lintasan kritis berupa pembangunan pier dan pierhead sudah selesai. Paling di titik Sungai Musi dan persimpangan yang belum,” katanya.

Terkait pemindahan pedagang sementara di Kawasan 16 Ilir yang juga menjadi lokasi proyek, kata dia, pihaknya berharap secepatnya dilakukan. Namun, hal tersebut sebetulnya menjadi tanggung jawab Pemkot Palembang.

Dia menambahkan, saat ini untuk pembangunan taman yang berada di sepanjang jalur imbas pembangunan LRT menjadi tanggung jawab Waskita Karya.

“Saat ini, mereka tengah membangun [taman]. Semua akan selesai dan rapi sebelum Asian Games 2018,” ujarnya.

Tag : sumsel
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top