Galakkan Jajan Pangan Sehat, 13 Sekolah Raih Piagam BPOM

Badan Pengawas Obat dan Makanan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah kepada 13 sekolah.
Nindya Aldila | 28 April 2017 21:18 WIB
Ilustrasi jananan di sekitar sekolah - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan  Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah kepada 13 sekolah.
 
Pemberian piagam tersebut bertujuan untuk memotivasi sekolah dalam menerapkan pangan jajanan yang aman, karena sekolah adalah tempat pembentukan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
 
Tahun ini tercatat 13 sekolah berhasil meraih piagam penghargaan tersebut, yaitu SDN Tanjung Duren Selatan 01, SDN Kota Bambu 03, SDN Petojo Selatan 01, SDN Pondok Labu 07, SDN Rawa Badak Utara 01, MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif, MI Pembangunan UIN, SMPN 73, SMPN 77, SMPN 209, SMPN 176, SMAN 42, SMAN 34.

Jumlah penerima piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah di Jakarta tiap tahun terus mengalami peningkatan dibandingkan  pada 2015, yakni tiga sekolah dan pada 2016 mencapai delapan sekolah.
 
"Dengan asupan makanan yang aman dan bergizi diharapkan dapat membentuk generasi yang produktif dan kompetitif", tegas Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito, seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (28/4/2017).
 
Piagam diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPOM dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama kepada sekolah yang telah menerapkan standar keamanan pangan di kantin sekolah.
 
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Balai Besar POM (BBPOM) di Jakarta, Dewi Prawitasari, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi DKI Jakarta, Asosiasi Pelaku Usaha, Asosiasi Profesi, dan perwakilan  sekolah se-DKI Jakarta.
 
Dalam laporannya, Dewi Prawitasari menyampaikan bahwa pada tahun ini pihaknya memperluas cakupan pembinaan. Jika tahun sebelumnya pembinaan hanya untuk SD, maka tahun ini menjangkau hingga SMP dan SMA.
 
Hal ini didukung oleh Dinas Pendidikan Jakarta dengan program electronic learning, sehingga setiap sekolah memiliki 1 fasilitator keamanan pangan. Saat ini terdapat 1.343 fasilitator keamanan pangan sekolah yg sudah lulus verifikasi.
 
"Kami berharap dukungan semua lintas sektor untuk mewujudkan Obat dan Makanan aman," tuturnya.
 
Hasil pengawasan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) terus menunjukkan trend positif. Data temuan pangan berbahaya terus menurun dari tahun 2014 (12%), 2015 (8,1%), dan 2016 (4,3%). Hasil intervensi di SD Kota Bambu 03 dan SMPN 176 menunjukkan perubahan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan bimbingan teknis.

Tag : bpom
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top