Intelijen Prancis, Serangan Suriah di Khan Sheikhoun Gunakan Sarin

Contoh diperoleh dinas intelijen Prancis menunjukkan pasukan Presiden Bashar Al-Assad "tidak diragukan" menggunakan gas syaraf sarin dalam serangan 4 April di Suriah utara, kata menteri luar negeri Prancis pada Rabu (26/4/2017).
Martin Sihombing | 27 April 2017 22:22 WIB
Seorang pria membopong jasad seorang anak diduga korban serangan gas kimia di kota Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah, yang dikuasai kelompok pemberontak (4/4/2017). - Reuters/Ammar Abdullah

Bisnis.com, PARIS -  Contoh diperoleh dinas intelijen Prancis menunjukkan pasukan Presiden Bashar Al-Assad "tidak diragukan" menggunakan gas syaraf sarin dalam serangan 4 April di Suriah utara, kata menteri luar negeri Perancis pada Rabu (26/4/2017).

Serangan di kota Khan Sheikhoun itu menewaskan puluhan orang dan mendorong Amerika Serikat meluncurkan peluru kendali jelajah, menyerang pangkalan udara Suriah sebagai tanggapan. Serangan itu adalah gempuran langsung pertama AS terhadap pemerintah Bashar dalam tersebut.

"Kami tahu, dari sumber tertentu, bahwa pembuatan contoh yang didapat adalah jenis yang dikembangkan di laboratorium Suriah," kata Jean-Marc Ayrault, mengutip laporan yang sudah diumumkan, kepada wartawan.

"Cara itu dikembangkan penguasa tersebut, yang memungkinkan kami menetapkan siapa bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kami mengetahui karena menyimpan contoh dari hasil serangan sebelumnya, yang dapat digunakan sebagai pembanding," tambah dia.

Sumber : Reuters/Antara

Tag : suriah
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top