Tingkat Pengangguran di China Turun di Bawah 4%

Tingkat pengangguran perkotaan di China berhasil turun di bawah 4% untuk pertama kali sejak beberapa tahun terakhir pada kuartal I/2017.
Yustinus Andri DP | 25 April 2017 17:43 WIB
ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Tingkat pengangguran perkotaan di China berhasil turun di bawah 4% untuk pertama kali sejak beberapa tahun terakhir pada kuartal I/2017.

Kementerian Sumber Daya Manusia dan Tenaga Kerja China menyebutkan, tingkat pengangguran turun 3,97% pada kuartal I/2017. Adapun, pada periode tersebut, 3,34 juta pekerjaan baru telah ditambah.

“Fakta ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi China yang melambat, tidak menciptakan pengangguran besar-besaran. Stabilitas sosial dapat terkendali," ujar juru bicara Kementerian Sumber Daya Manusia dan Tenaga Kerja China Lu Aihong, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/4/2017).

Adapun berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS) China tingkat pengangguran resmi terkahir kali berada di bawah 4% terjadi pada 2001 yang mencapai 3,6%.

Tingkat pengangguran itu terus naik, di mana periode 2010-2015 menjadi level tertingginya dengan rata-rata tingkat pengangguran mencapai 4,1%. Terakhir pada 2016, tingkat pengangguran nasional mencapai 4,02%.

Sebelumnya, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan bahwa China berhasil menambahkan 13,14 juta pekerjaan baru pada 2016. Dia mengatakan, pemerintah berambisi menambah 11 juta lapangan kerja baru lagi pada tahun ini, sambil mempertahankan tingkat pengangguran di bawah 4,5%.

Akan tetapi sejumlah analis menilai, data pengangguran China tersebut tidak dapat diandalkan dan tidak mewakili gambaran perekonomian China secara umum. Pasalnya penghitungan yang dilakukan hanya meliputi penduduk perkotaan. Sementara penduduk pedesaan tidak disertakan.

Meskipun mengalami penurunan, Aihong menegaskan bahwa pemerintah China memiliki pekerjaan rumah untuk menyiapkan lapangan kerja baru bagi para pekerja di sektor baja dan batu bara. Pemangkasan kapasitas produksi di kedua kawasan yang diprakrasai oleh Pemerintah Beijing itu diperkirakan akan menimbulkan limpahan pengangguran baru hingga 500.000 pekerja.

Banyaknya perusahaan zombie juga menciptakan persoalan produktivitas negara. Perusahaan zombie adalah perusahaan yang secara teknis tidak beroperasi maksimal, dan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah.

Perusahaan tersebut memperkerjakan banyak pegawai dengan upah yang rendah atau bahkan tak dibayar beberapa bulan. Mereka enggan melakukan pemecatan lantaran takut dikenai hukuman pemerintah. Perusahaan-perusahaan tersebut banyak tersebar di kawasan industri di China Utara.

Sumber : Reuters

Tag : china, ekonomi china
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top