PEMBAHASAN BREXIT: Usulan Inggris di Industri Keuangan Mendapat Penolakan

Para pemimpin Uni Eropa (UE) menolak usulan Inggris agar industri jasa keuangan Negeri Ratu Elizabeth disertakan dalam kesepakatan perdagangan bebas pascaBrexit (British Exit).
Yustinus Andri DP | 25 April 2017 10:55 WIB
ilustrasi - Reuters/Toby Melville

Kabar24.com, LONDON— Para pemimpin Uni Eropa (UE) menolak usulan Inggris agar industri jasa keuangan Negeri Ratu Elizabeth disertakan dalam kesepakatan perdagangan bebas pascaBrexit (British Exit).

Dalam kasus ini Inggris mengharapkan agar industri keuangan Inggris mendapat akses bebas ke UE, sama seperti saat mereka bergabung dengan blok tersebut. Permintaan itu dituangkan dalam draft awal perundingan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa, yang akan dibahas pada Juni.

Hal itu ditegaskan oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May pekan lalu. Dia menyebutkan bahwa akses perbankan dan layanan keuangan lainnya, akan menjadi sektor yang diprioritaskan untuk mendapat akses di UE, setelah Brexit.

Akan tetapi, Prancis dan negara anggota UE lainnya menolak usulan Inggris tersebut. Mereka meminta agar London menerima ketentuan yang harus dihadapi ketika memutuskan keluar dari UE.

Apabila May ingin industri keuangannya mendapat akses bebas, maka London harus patuh pada pengawasan dan aturan dari otoritas keuangan Komisi Eropa di Brussels.

“Negara anggota UE tidak akan mempertimbangkan usulan akses layanan keuangan Inggris, dalam perjanjian dagang bebas yang baru antara kedua kawasan, seperti yang diharapkan May,” ujar salah satu jurut bicara dari 27 pemimpin UE yang akan mengesahkan draft awal Brexit tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (25/4/2017).

Namun demikian, sejumlah pejabat UE lainnya yang enggan disebut namanya mengatakan, sektor keuangan tidak masuk dalam draft kesepakatan awal kerjasama ekonomi kedua kawasan.

Menurutnya satu-satunya hal yang tercantum dalam draft yang dikawal oleh negosiator Brexit dari UE yakni Michel Barnier adalah kedua kawasan harus menjaga hubungannya agar tak membahayakan stabilitas keuangan kawasan.

“Aturan dan kesepakatan mengenai sektor keuangan harus diatur dengan ketat. Supaya tidak menimbulkan kekhawatiran dan kecemburuan negara lain di UE,” kata Barnier.

Seperti diketahui, kepastian akan akses perusahaan keuangan dan perbankan di London ke UE terus dinantikan oleh Prancis dan Jerman. Pasalnya, kedua negara itu berhasrat menarik perusahaan keuangan asal London yang ingin mempertahankan akses pasarnya di Uni Eropa.

Sumber : Bloomberg

Tag : uni eropa, Brexit
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top