Kapal Induk AS Merapat Ke Korea, China Minta Semua Pihak Menahan Diri

Presiden China Xi Jinping meminta AS dan Korea Utara untuk menahan diri setelah Jepang bergabung dengan kapal induk AS untuk mengikuti latihan militer bersama dan mulai bergerak ke perairan Korea.
John Andhi Oktaveri | 25 April 2017 05:07 WIB
Kapal Induk Amerika Serikat John C Stennis - public.navy.mail

Kabar24.com, JAKARTA—Presiden China Xi Jinping meminta AS dan Korea Utara untuk menahan diri setelah Jepang bergabung dengan kapal induk AS untuk mengikuti latihan militer bersama dan mulai bergerak ke perairan Korea.

Kapal induk pembawa pesawat tempur itu dikirim oleh Presiden Donald Trump untuk mengikuti latihan militer bersama di lepas pantai semenanjung Korea. Aksi itu merupakan bentuk peringatan guna mengantisipasi langkah Korut melakukan uji coba nuklir yang dinilai telah melanggar sanksi yang dijatuhkan PBB.

Marah atas pengerahan kapal induk itu, Korut menyatakan bahwa langkah AS mengirim kapal induk USS Carl Vinson “sangat membahayakan dan dilakukan oleh mereka yang merencanakan perang nuklir untuk menginvasi Korut”.

"AS tidak boleh mengamuk dan harus mempertimbangkan dengan cermat konsekuensi fatal dari tindakan provokatif miter yang dilakukannya,” menurut tulisan yang diturunkan di media cetak Rodong Sinmun, koran resmi Partai Buruh Korut sebagimana dikutip Reuters, Senin (24/4).

"Apa yang dituju oleh agresor adalah sebuah kematian dengan mayat begelimpangan,” tulis koran itu.

Dua kapal perusak milik Jepang telah bergabung dengan armada pimpinan AS tersebut untuk latihan militer di Pasifik bagian barat. Korea Selatan juga menyatakan akan segera bergabung dengan armada tersebut.

Washington dan sekutunya khawatir Pyongyang akan kembali melakukan uji coba senjata nuklir dan meluncurkan lebih banyak rudal balistik.

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping meminta semua pihak yang terlibat dalam latihan militer untuk menahan diri dan menghindari segala bentuk tindakan yang akan meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.

Persoalan nuklir hanya bisa diselesaikan segera kalau semua pihak terkait menahan diri dan China bersedia bekerja sama dengan semua pihak termasuk AS untuk memastikan terciptanya perdamaian.

Tag : amerika serikat
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top