Presiden Pilih Peringatan Isra Mi'raj di Pesantren

Presiden Joko Widodo memperingati Isra Mi\'raj tahun 1438 Hijriah ini tidak di lingkungan Istana Kepresidenan dengan alasan untuk mendekatkan diri dengan rakyat.
Newswire | 25 April 2017 20:18 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berjalan bersama Ketua MUI Ma'ruf Amin (kedua kanan) saat akan membuka Kongres Ekonomi Umat 2017 di Jakarta, Sabtu (22/4). - Antara/Hafidz Mubarak A.

Bisnis.com, PURWAKARTA -  Presiden Joko Widodo memperingati Isra Mi'raj tahun 1438 Hijriah ini tidak di lingkungan Istana Kepresidenan dengan alasan untuk mendekatkan diri dengan rakyat.

"Biasanya peringatan Isra Mi'raj selalu di Istana Negara dan yang hadir sekitar 100-150 orang," kata Presiden Jokowi ketika memberi sambutan saat peringatan Isra Mi'raj di Aula Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyah Desa Nagrog Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/4/2017).

Presiden Jokowi menyebutkan biasanya yang hadir dalam peringatan itu para menteri, pimpinan lembaga negara dan para duta besar negara sahabat.

"Saya tanya ke Menteri Agama, terus kapan rakyatnya bisa hadir, kapan ketemu ulama, santri, guru ngajinya," kata Presiden Jokowi.

Foto: Presiden Jokowi dan Pasar Klewer/ANTARA

Ia meminta ke depan, peringatan Israj Mi'raj dilakukan secara bergantian di lingkungan istana kepresidenan dan di luar istana.

"Kalau pas di Istana Kepresidenan, saya minta para santri, habib, ulama juga diundang, karena belum pernah masuk istana kan," kata Presiden Jokowi.

Selain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, hadir dalam acara itu Mensesneg Pratikno, Wagub Jabar Dedy Mizwar, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Juga hadir pimpinan Ponpes Al Hikamussalafiyah sekaligus Ketua Forum Silaturahim Guru Ngaji (FSGN) KH Adang Badrodin.

Sementara itu Menag Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Israj Mi'raj merupakan peristiwa luar biasa sehingga para ulama mentradisikan peringatan peristiwa itu.

"Saat peristiwa itu Allah mewajibkan hambanya melaksanakan shalat, sebagai tiang agama. Ketika sakitpun orang harus duduk berbaring, bahkan menggerakkan pelupuk mata, atau dengan hati," katanya.

Menurut dia, hakikat shalat adalah untuk mencegah umat dari perilaku keji dan kemungkaran.

"Kami sampaikan peringatan Isra Mi'raj tahun ini lain daripada yang lain, sejak dulu peringatan selalu diadakan di Istana Negara. Tahun ini tidak di Istana Negara karena Bapak Presiden menghendaki agar lebih dekat dengan masyarakat dan pondok pesantren," katanya.

Foto: Presiden Jokowi di acara Penyerangan Kartu Indonesia Pintar/JIBI-Rachman

Ia mengaku peringatan Isra Mi'raj di Istana Negara tempatnya terbatas sehingga hari ini diakomodasi untuk lebih dekat dengan masyarakat dan pondok pesantren.

"Kami mohon maaf karena tidak bisa mengundang tamu pejabat negara, dubes dan lain-lain karena ini dipadukan dengan kunjungan kerja Presiden," kata Lukman Hakim.

Sumber : ANTARA

Tag : jokowi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top