Tunjang Pelabuhan Patimban, Subang Siapkan 5 Kawasan Industri

Pemerintah Kabupaten Subang tengah menyiapkan 5 titik kawasan industri untuk menunjang keberadaan Pelabuhan Patimban.
Wisnu Wage Pamungkas | 21 April 2017 16:12 WIB
Pelabuhan Patimban - ilustrasi

Kabar24.com, BANDUNG--Pemerintah Kabupaten Subang tengah menyiapkan 5 titik kawasan industri untuk menunjang keberadaan Pelabuhan Patimban.

Bupati Subang Imas Ariyumningsih mengatakan penyiapan kawasan industri sudah direncanakan dan dirancang dengan melakukan revisi rencana tata ruang dan wilayah Subang.

"Sudah ada persiapan di RTRW kita, ada 5 kecamatan untuk kawasan industri," kata Imas di Gedung Sate, Bandung, Jumat (21/4/2017).

Kelima kecamatan tersebut menurut Imas yakni Cibogo, Pagaden, Cipunegara, Purwadadi, dan Pabuaran. Kelima titik ini menurutnya sebenarnya sudah ada di RTRW Subang namun dalam revisi akan lebih dipertegas kembali.

"Yang penting dalam revisi nanti industri yang masuk tidak mengganggu lahan pertanian dan ramah lingkungan," tuturnya.

Rencana pendirian kawasan industri ini dinilai Imas wajib dilakukan karena Patimban tidak bisa berdiri sendiri hanya sebagai pelabuhan. "Harus diakomodasi untuk pergudanganya, hotel dalam revisi RTRW, jadi kawasan perdagangan dan industrinya pun ada," paparnya.

Imas memastikan setelah penetapan lokasi (penlok) penunjang dan akses dikeluarkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di lapangan urusan pembebasan lahan dan pengkuran lahan seluas 365 hektar aman dan mudah.

"Aman, masyarakat tidak keberatan untuk melepas lahan dan mendapat ganti untung," katanya.

Mayoritas lahan menurutnya tanah milik negara yang diduduki para penggarap tambak garam. Sebagian lagi adalah tanah timbul di laut yang mengalami pendangkalan.

"Ada yang hak milik, ada juga sawah tapi bukan lahan teknis. Lahan yang sudah tak produktif sudah dibebaskan, jadi di lapangan sudah tidak ada masalah," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Subang Beni Rudiono mengatakan saat ini pihaknya bersama Pemkab tengah menyusun sejumlah revisi Perda RTRW Subang guna mengakomodasi berbagai pembangunan penunjang Patimban.

"Di RTDTR ada beberapa kelemahan, kita ingin kekosongan lain bisa dikembangkan untuk kawasan industri," katanya.

Menurutnya dalam revisi RTRW pihaknya berharap selain pelabuhan ada ruang permanen yang tidak bisa diubah lagi untuk kepentingan bangkitan ekonomi.

"Patimban ini sangat memungkinkan adanya sebuah kota. Ada industri, perumahan kita ingin seperti itu," tuturnya.

Beni memandang status pelabuhan Patimban yang akan melayani eksport import kepentingan industri sepanjang utara Jabar memungkinkan tumbuhnya kota satelit dan kawasan industri.

"Awalnya butuh pergudangan, tapi industri kebutuhan penunjang harus ada karena itu ini bisa jadi kota satelit. Jangan berubah lagi RTRW-nya," katanya.

Dari pemotretan di lapangan, lima kawasan industri yang direncanakan menurutnya cocok karena merupakan lahan kering dan bukan lahan pertanian.

Sementara untuk kawasan hijau sudah dipetakan ada di wilayah selatan. "Tanahnya masih cukup luas, kami ingin Subang mengejar ketertinggalan dari Purwakarta dan Karawang," ujarnya.

Menurutnya lahan di lima kecamatan tersebut juga pertaniannya sudah tidak produktif karena sudah tercampur garam dari tambak.

"Termasuk di sana ada ribuan tanah timbul kita bisa manfaatkan potensi tersebut. Jadi Patimban sangat strategis buat kami," pungkasnya.

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mendukung rencana pembangunan kawasan industri oleh Subang sepanjang tidak mengganggu pertanian.

Dia mengaku, pihaknya memikirkan pula soal dampak pertumbuhan ekonomi dan budaya terhadap masyarakat setempat. Pemprov Jabar di sisi lain segera merancang kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah untuk tingkat SMA dan SMK, yang mengacu pada kebutuhan industri pelabuhan itu.

"Masyarakat jangan jadi penoton, mereka harus ikut terlibat jadi pelaku dari pertumbuhan ekonomi ini sendiri," tegasnya.

Tag : pelabuhan patimban
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top