Peringati SPAK, Perempuan Antikorupsi Perbanyak Terobosan

Gerakan Saya, Perempuan Anti Korupsi memperbanyak terobosan pada hari jadi ke-3 tahun. Gerakan itu meluncurkan alat bantu baru, yakni TRATA atau Transparan, Akuntabel, Tepat Guna atas masukan dari para agen yang menjadi pendamping desa.
MG Noviarizal Fernandez | 20 April 2017 17:48 WIB
Finalis Puteri Indonesia 2017 berfoto bersama Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (tengah bawah), pendiri Yayasan Puteri Indonesia (YPI) Mooryati Soedibyo (kedua kiri bawah), Ketua Dewan Pembina YPI Putri K Wardani (kedua kanan bawah) dan Puteri Indonesia 2016 Kezia Roslin Cikita Warouw (kanan bawah) usai menerima pembekalan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/3) - Antara/Hafidz Mubarak A.

Kabar24.com, JAKARTA — Gerakan Saya, Perempuan Anti Korupsi memperbanyak terobosan pada hari jadi ke-3 tahun. Gerakan itu meluncurkan alat bantu baru, yakni TRATA atau Transparan, Akuntabel, Tepat Guna atas masukan dari para agen yang menjadi pendamping desa.

“Dana desa menjadi salah satu fokus KPK untuk meningkatkan kehati-hatian para pengelola, jadi nyambung sekali,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Basaria Panjaitan saat perayaan Ulang Tahun Ketiga SPAK Kamis (20/4/2017).

Terobosan baru lainnya adalah Dharma Wanita Kementerian Agama yang mendorong didirikannya madrasah antikorupsi. Tak hanya itu, para polisi wanita memasukkan materi SPAK menjadi dalam Bimbingan Masyarakat.

Untuk merayakan hari jadi ketiganya, SPAK melakukan rangkaian kegiatan sejak 3 April 2017 hingga puncaknya pada 21 April 2017. Kegiatan kemudian dilanjutkan hingga akhir April 2017. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk membangun aksi kolaborasi kolektif.

Bentuk kegiatannya adalah kampanye melalui tayangan video, animasi, e-poster, bincang santai, dan kunjungan media. Hari ini, SPAK mengadakan bincang santai dan nonton bareng film Kartini.

Peringatan hari jadi SPAK yang ketiga ini semakin ramai dengan banyaknya pihak yang terlibat. Tak hanya lembaga pemerintahan, tapi donor yang terlibat juga bertambah. Sektor swasta dan BUMN menggandeng SPAK untuk mewujudkan Indonesia bebas dari korupsi.

Basaria juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Australia yang mendukung penuh gerakan ini. Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada lembaga donor, yakni AIPJ, UNODC, MCA-Indonesia, KOMPAK, seluruh Kementerian dan Lembaga pemerintah, serta sejumlah korporasi.

“Semuanya bersama-sama mendukung program pencegahan korupsi melalui gerakan SPAK,” kata dia.

Tiga tahun berdiri, SPAK telah memiliki sekitar 1.200 lebih agen yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Latar belakangnya pun semakin beragam. Kini SPAK memiliki agen yang berprofesi polisi wanita, hakim, tentara, dan Dharma Wanita dari berbagai kementerian.

“Semakin banyak agennya, maka semakin menarik terobosan antikorupsi yang dilakukan,” kata Basaria.

Tag : kpk, perempuan
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top