BI Sosialisasikan Keaslian Rupiah Kepada Siswa SMA di Manado

Bank Indonesia menggelar sosialisasi ciri keaslian rupiah kepada siswa SMA di Manado guna memperluas pemahaman terhadap rupiah serta menekan peredaran uang palsu.
Rivki Maulana | 19 April 2017 18:20 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, MANADO - Bank Indonesia menggelar sosialisasi ciri keaslian rupiah kepada siswa SMA di Manado guna memperluas pemahaman terhadap rupiah serta menekan peredaran uang palsu. Sosialisi juga dilakukan untuk memperluas pemahaman mata uang garuda sebagai simbol kedaulatan.

Buwono Budisantoso, Deputi Direktur Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI mengatakan seluruh transaksi yang dilakukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan rupiah sebagai alat transaksi. Ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. "Kami lakukan sosialisasi secara massif, termasuk siswa SMA karena mereka adalah cikal bakal pemimpin bangsa," ujarnya di Manado, Rabu (19/04/2017).

Sebagaimana diketahui, BI telah menerbitkan seri terbaru rupiah dalam tujuh pecahan uang kertas dan empat uang logam. Menurut Buwono, pecahan tertinggi senilai Rp100.000 memiliki 11 pengaman yang diklaim sulit dipalsukan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memastikan keaslian rupiah yakni dengan metode 3D atau dilihat, diraba, diterawang. Adapun cara lainnya antara lain menggunakan sinar UV dan kaca pembesar.

Di sisi lain, tahun ini BI juga tengah memperluas layanan penukaran uang kartal dengan menambah 40 kas titipan dan layanan kas baru di tiga kantor perwakilan sepanjang 2017. Suhaedi, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, mengatakan saat ini jumlah kas titipan di jaringan kantor bank umum mencapai 67. Sementara itu, jumlah kantor perwakilan yang sudah melayani penukaran uang mencapai 42.

Menurut Suhaedi, layanan kas bakal ditambah di kantor perwakilan Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Banten. Dengan demikian, total jaringan yang bisa melayani penukaran uang kartal mencapai 152, jumlah yang memadai untuk mengedaran uang kartal ke 515 wilayah kabupten/kota

Suhaedi menuturkna, penambahan jaringan layanan kas lewat bank umum dan lembaga nonbank bakal mempercepat pengedaran uang layak edar dengan kualitas sempurna kepada masyarakat. Selain itu, penyerapan uang tidak layak edar dari masyarakat juga kian lekas.

Hingga saat ini, uang kartal yang beredar di masyarakat mencapai Rp560 triliun sedangkan di akhir 2016 berada pada posisi Rp612,54 triliun. Untuk diketahui, uang beredar tidak termasuk dana masyarakat yang disimpan di bank. dalam simpanan perbankan. Sementara itu, uang tidak layak edar yang dimusnahkan pada 2016 mencapai Rp210,24 triliun, naik 31,20% dibandingan posisi 2015.

Tag : bank indonesia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top