PENGENDALIAN INFLASI: Bank Indonesia Bagikan 12.000 Bibit Cabai & Tomat di Manado

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara membagikan 12.000 bibit cabai dan tomat kepada masyarakat di 12 wilayah kecamatan Kota Manado. Pembagian bibit kepada rumah tangga ini diestimasi bisa menambah produksi cabai dan tomat sebanyak 12 ton saat panen perdana.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 19 April 2017  |  17:49 WIB
PENGENDALIAN INFLASI: Bank Indonesia Bagikan 12.000 Bibit Cabai & Tomat di Manado
Panen Cabai. - Bisnis.com

Bisnis.com, MANADO -- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara membagikan 12.000 bibit cabai dan tomat kepada masyarakat di 12 wilayah kecamatan Kota Manado. Pembagian bibit kepada rumah tangga ini diestimasi bisa menambah produksi cabai dan tomat sebanyak 12 ton saat panen perdana.

Buwono Budisantoso, Deputi Direktur Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI mengatakan pembagian bibit tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Batanang Rica & Tomat yang bertujuan mengurangi permintaan dua komoditas penting itu di pasar sehingga bisa meredam inflasi saat pasokan terganggu. Dengan kata lain, sebagian dari kebutuhan cabai dan tomat bakal bisa dipenuhi dari swaproduksi rumah tangga.

Menurut Buwono, berdasarkan survei setiap pekan pasokan cabai ke pasar-pasar di Manado mencapai 10 ton sedangkan tomat 7 ton. Tambahan produksi dari rumah tangga diharapkan bisa menambah pasokan saat permintaan cabai dan rica meningkat pada Juli 2017 di mana saat itu ada perayaan Pengucapan Syukur dimana kebutuhan cabai dan rica lebih tinggi dari biasanya.

"Secara teoritis [tambahan produksi] bisa 12 ton dengan asumsi [hasil produksi rumah tangga] 50% dari produksi pertani yang mencapai 2-3 kg per tanaman," jelasnya di Manado, Rabu (19/4/2017).

Untuk diketahui, cabai dan tomat menjadi momok bagi pergerakan inflasi di Kota Manado. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, cabai dan tomat sayur menyumbang inflasi masing-masing 0,0631% dan 0,4842%. Dua komoditas ini memberi andil besar terhadap inflasi Kota Manado sebesar 0,23% pada Maret 2017. Angka inflasi Manado di Maret 2017 memang turun dari posisi Februari 2017 yang mencapai 1,16%, level inflasi tertinggi secara nasional saat itu.

Kepala BPS Sulawesi Utara, Mohamad Edy Mahmud mengatakan angka tersebut tergolong tinggi karena turut membentuk angka inflasi dalam tahun kalender sebesar 2,51%, jauh di atas angka inflasi sepanjang 2016 yang hanya 0,35%. "Jadi inflasi belum bisa dibilang sudah jinak," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top