Ini yang Ditulis Media Asing Soal Pilkada DKI 2017

Ini yang Ditulis Media Asing Soal Pilkada DKI 2017
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 April 2017  |  10:50 WIB
Ini yang Ditulis Media Asing Soal Pilkada DKI 2017
Moderator Ira Koesno mengambil foto wefie bersama paslon Ahok-Djarot dan Anies-Sandi di sela debat final pilgub DKI, Rabu (12/4) - Bisnis

Kabar24.com, JAKARTA - Mayoritas media asing menuliskan Pilkada Jakarta sebagai ujian bagi demokrasi dan pluralism Indonesia. Sebagian lain menuliskan Pilkada Jakarta 2017 sebagai batu loncatan menuju kursi RI1 pada 2019.

Kantor Berita Reuters, pada Rabu menulis, "Pilkada Jakarta merupakan ujian bagi demokrasi dan toleransi beragama di Indonesia. Dan sebagai pusat pemerintah dan bisnis, ajang Pilkada juga menjadi barometer untuk pemilihan presiden 2019".

The Guardian edisi Februari 2017 dalam artikel bertajuk "Battle for Indonesias largest city: all you need to know about elections in Jakarta",mengulas mengapa pilkada di ibu kota menjadi penting.

"Memenangi pemilu gubernur dilihat sebagai batu loncatan tak resmi untuk menjadi presiden. Presiden saat ini, Joko Widodo pindah dari posisi gubernur Jakarta ke kantor presiden pada tahun 2014. Sementara itu, pilpres akan digelar pada tahun 2019," demikian laporan The Guardian.

Selain itu, The Guardian menjelaskan pula bahwa pemungutan suara di Jakarta merupakan yang paling sengit di Indonesia. Pilgub di ibu kota disebut-sebut sebagai ajang pengujian bagi nilai-nilai Islam moderat dan pluralisme Indonesia.

Sementara situs berita The New York Times mengulas pilkada Jakarta dengan artikel berjudul, "Election in Indonesias Capital Could Test Ethnic and Religious Tolerance".

"Dalam salah satu kampanye yang paling diperdebatkan dalam sejarah demokrasi yang muda di Indonesia, Basuki Tjahaja Purnama, gubernur Jakarta, sedang berjuang pada dua front: di pengadilan opini publik dan di pengadilan," demikian kalimat pembuka pada laporan The New York Times.

Dalam ulasannya, portal berita Amerika Serikat itu juga menyoroti kasus penistaan agama yang membuat Ahok menjadi seorang pesakitan.

The New York Times menuliskan, sejumlah analis politik berpendapat bahwa kasus hukum yang sedang dihadapi Ahok merupakan pelanggaran terhadap larangan puluhan tahun untuk menjadikan etnis dan agama sebagai senjata politik--sebuah langkah yang diduga dilakukan oleh lawan Presiden Joko Widodo untuk melemahkan pencalonannya kembali pada pilpres 2019.

(Ikuti LIVE REPORT PILKADA DKI di sini: Hasil Quick Count, Siapa Menang, Ahok-Djarot atau Anies Sandi?)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilkada DKI 2017

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup