Baju Adat Indonesia Simbol Keberagaman

Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-62 yang digelar di Istana Negara, Jakarta terselip salah satu simbol persatuan dalam keberagaman.
Rio Sandy Pradana | 18 April 2017 16:35 WIB
Menteri & Sekretaris Khusus Presiden Menggunakan Pakaian Adat saat Peringatan Konferensi Asia Afrika - Setkab

Kabar24.com, JAKARTA — Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-62 yang digelar di Istana Negara, Jakarta terselip salah satu simbol persatuan dalam keberagaman.

Pemerintah Indonesia sebagai penyelenggara sengaja meminta peserta asing untuk mengenakan baju adat negara masing-masing. Khusus untuk perwakilan dari Tanah Air, menggunakan pakaian adat daerah.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung, selaku salah satu pelaksana arahan Presiden Joko Widodo mengatakan pelaksanaan peringatan KAA harus menonjolkan simbol yang menjelaskan mengenai keberagaman.

"Makanya, kami memakai pakaian yang berbeda-beda. Ini menunjukkan begitu kayanya keberagaman yang perlu dijaga bersama," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (18/4/2017).

Dia menyebutkan Presiden memakai pakaian adat Betawi, Wakil Presiden Jusuf Kalla memakai pakaian adat Makassar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno memakai pakaian adat Jawa Tengah. Adapun, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memakai pakaian adat Yogyakarta, sedangkan dirinya menggunakan pakaian adat Bali.

Pramono menuturkan peringatan kali ini pemerintah juga memamerkan arsip KAA 1955 yang masih dimiliki. Arsip tersebut ditunjukkan kepada duta besar 29 negara anggota utama KAA.

Pihaknya mengakui isu SARA yang mengganggu keberagaman semakin kuat di era digital. Banyak warganet yang enggan membaca konten secara mendalam, tetapi langsung menyebarkan informasi kepada khalayak.

Tag : jokowi
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top