Memori di Mata Mega

Megawati Soekarnoputri kembali memunculkan memori kolektif Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada 1955 dalam sambutan acara peringatan konferensi tersebut di Istana Negara.
Rio Sandy Pradana | 18 April 2017 13:48 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. - Antara/Atika Fauziyyah

Kabar24.com, JAKARTA — Megawati Soekarnoputri kembali memunculkan memori kolektif Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada 1955 dalam sambutan acara peringatan konferensi tersebut di Istana Negara.

Presiden RI ke-5 tersebut diberi kesempatan untuk memberikan pandangan yang pertama sebagai anak dari salah satu pelopor Konferensi Asia Afrika (KAA), Soekarno. Mega mengatakan semangat negara yang bergabung dalam KAA dilandasi oleh dasar konstitusi Indonesia, yakni kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

"Peristiwa abad ke-20 itu menggerakkan kemerdekaan bangsa-bangsa hingga ke Amerika Latin. Selang 10 tahun setelah pelaksanaan, ada puluhan negara di Asia dan Afrika yang mendeklarasikan kemerdekaannya," kata Mega, Selasa (18/4/2017).

Pada 1955, lanjutnya, KAA dihadiri sebanyak 200 delegasi dari 29 negara yang menghasilkan Dasasila Bandung. Hasil tersebut sangat inspiratif dan menjadi tonggak sejarah dunia.

Dia menyebut sejumlah nama yang hampir terlupakan saat ini. Nama tersebut adalah pelopor KAA, antara lain Soekarno dan Ali Sastroamidjojo (Indonesia), Mohammad Ali Borga (Pakistan), Jawaharal Nehru (India), Sir John Kotelawala (Sri Lanka), serta U Nu (Myanmar).

"Ini merupakan utang sejarah kemerdekaan yang harus diperjuangkan secara pribadi dan bangsa. Saya nyatakan kita tetap harus berjuang untuk kemerdekaan Palestina," ungkapnya.

Tag : jokowi, megawati
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top