Jatim Prioritaskan Sejumlah Proyek Infrastruktur

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memprioritaskan sejumlah proyek infrastruktur dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Annisa Sulistyo Rini | 13 April 2017 22:40 WIB
Ruas tol Mojokerto seksi 3 - dokumentasi

Kabar24.com, SURABAYA--Pemerintah Provinsi Jawa Timur memprioritaskan sejumlah proyek infrastruktur dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Jatim Soekarwo menuturkan hal ini tak lepas dari manfaat pembangunan infrastruktur yang dapat memperlancar perputaran barang dan jasa, baik yang berasal dari dan keluar wilayah Jatim.

Terdapat beberapa proyek strategis sebagai prioritas yang dinilai akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan perekonomian Jatim. Misalnya, untuk infrastruktur darat, Pemprov Jatim dalam proses membangun jalan tol mulai ujung timur di Banyuwangi sampai barat menghubungkan Jatim dengan Jateng.

"Secara berurutan sedang dibangun jalan tol Mantingan Kertosono progress 61,04%, Kertosono Mojokerto progress 83,01%, Mojokerto Surabaya progress 79,18%, Krian-Legundi-Bunder, Gempol Pandaan sudah diresmikan sejak 2015, Pandaan Malang progress 4,03%, Gempol Pasuruan progress 39,65%, Pasuruan Probolinggo progress 18,56%," ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Pemprov Jatim, Kamis (13/4/2017).

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menyebutkan khusus jalan tol Mojokerto Surabaya akan dioperasionalkan satu lajur pada lebaran 2017. Tujuannya, agar masyarakat yang ingin mudik bisa mempersingkat waktu.

Dia menilai masih ada permasalahan yang menjadikan pembangunan belum berjalan optimal, khususnya terkait pengadaan lahan tanah wakaf, tanah kas desa, dan beberapa asset pemerintah. Untuk itu, pemecahannya dilakukan melalui penitipan uang pengganti ke kas Negara.

"Apabila nantinya diputuskan pengadilan harga naik, pihak pengelola akan memberikan kekurangannya," katanya.

Pemprov Jatim juga melakukan pembangunan jalan lintas pantai selatan dengan panjang 676, 82 km yang melintasi Kab. Pacitan, Kab. Tenggalek, Kab. Tulungagung, Kab. Blitar, Kab. Malang, Kab. Lumajang, Kab. Jember, dan Kab. Banyuwangi.

Saat ini sudah terbangun sektiar 390,92 km atau 57,8%, dan yang belum terbangun sekitar 285,9 km atau 42,2%.

Untuk jalur darat Pemprov Jatim juga menyiapkan double track kereta api dimana menghubungkan Jabar Jatim. Pemprov Jatim juga akan membangun kereta cepat Jakarta Surabaya, double track lintas timur Surabaya Banyuwangi dan jalur kereta Stasiun Sidotopo menuju Bandara Internasional Juanda.

Jalur udara juga akan ditingkatkan infrastrukturnya diataranya melalui pengembangan Airport City Juanda, menjadikan Bandara Internasional Terbatas Abdul Rahman Saleh Kab Malang diusulkan rutenya Malang Singapura, Malang Malaysia dan embarkasi haji.
Pemprov Jatim juga akan membangun bandara di Kediri karena sudah tersedianya lahan.

Untuk jalur laut, Pemprov Jatim akan membangun Pelabuhan Paciran terhadap tol laut, pembangunan Pelabuhan Prigi Trenggalek, di mana telah dilakukan persiapan pelaksanaan meliputi update kelayakan dan pembebasan lahan, pembangunan Pelabuhan Tanjung Awar-Awar Tuban, pelabuhan Probolinggo, Pelabuhan Brondong Lamongan dan Pelabuhan Boom Banyuwangi.

Sebagai upaya menyediakan air bersih, Pemprov Jatim sedang dalam tahap pembangunan Spam Umbulan dimana memberikan manfaat bagi 1,3 juta jiwa. Direncanakan bisa selesai pada tahun 2020 yang mengaliri beberapa wilayah diantaranya Kab. Pasuruan, Kota Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya, Kab. Gresik dan kawasan industry.

Tag : jatim, proyek infrastruktur
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top