Investor Muda Sumsel Potensial di Pasar Modal

Bursa Efek Indonesia aktif mengincar investor muda di wilayah Sumatra Selatan yang dinilai menjadi segmen potensial untuk memperluas basis investor ritel
Dinda Wulandari | 31 Maret 2017 03:01 WIB

Kabar24.com, PALEMBANG -- Bursa Efek Indonesia aktif mengincar investor muda di wilayah Sumatra Selatan yang dinilai menjadi segmen potensial untuk memperluas basis investor ritel.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Palembang Hari Mulyono mengatakan secara umum perkembangan investor di Sumsel menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

"Tahun lalu saja pertumbuhan investor baru lebih dari 100%. Investor muda seperti mahasiswa merupakan kelompok usia paling potensial untuk menyebarluaskan pasar modal di masa depan," katanya usai acara Menjadi Investor Muda di Universitas Sriwijaya Palembang dengan pembicara Lo Kheng Hong, Kamis (30/3).

Hari mengemukakan pihaknya melakukan berbagai cara untuk menjaring para investor muda. Salah satunya dengan membuka galeri investasi di perguruan tinggi.

Dia mengatakan saat ini BEI Palembang memiliki lima galeri investasi yang tersebar di sejumlah kampus, seperti Unsri, Politeknik Sriwijaya dan Universitas Muhammadiyah Palembang dan STMIK MDP.

Menurutnya, jumlah galeri investasi itu akan ditambah pada tahun ini sebanyak tiga galeri yang berada di Universitas Taman Siswa, Umbara dan UIN Raden Fatah.

"Kami tiap bulan menggelar forum atau talk show dengan narasumber yang berkualitas untuk memacu minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal," ujarnya.

Hari melanjutkan saat ini jumlah investor di Sumsel telah mencapai 9.000 single investor identification (SID), dengan status aktif mencapai 30% dari total SID tersebut.

Jumlah tersebut, kata dia, terus bertambah sejak awal tahun di mana pada dua bulan pertama 2017 terdapat 340 investor baru.

"Sekitar 30% dari investor baru itu memang merupakan kalangan muda, seperti mahasiswa," ujarnya.

Dia mengatakan secara karakter, terdapat empat kelompok besar yang menjadi investor di Sumsel, yakni pegawai, wiraswasta, ibu rumah tangga dan mahasiswa.

BEI Cabang Palembang sendiri menargetkan bisa menggaet 2.000 investor baru sepanjang tahun ini dengan tingkat partisipasi aktif naik menjadi 50%.

Sementara itu, berdasarkan siaran pers BEI sebelumnya, Provinsi DKI Jakarta sampai dengan saat ini masih menjadi provinsi dengan total investor dan investor aktif tertinggi di 2015 dan 2016.

Total investor di Ibukota Indonesia ini sebesar 165.373 SID dengan jumlah investor aktif 59.285 SID. Di sepanjang 2016, total kegiatan edukasi BEI paling banyak dilaksanakan di DKI Jakarta yakni 581 kegiatan edukasi atau 22% dari total kegiatan edukasi BEI secara keseluruhan.
Gencarnya sosialisasi dan edukasi pasar modal yang dilakukan oleh BEI di seluruh Indonesia membuat rasio penyebaran investor pasar modal di pulau Jawa semakin berkurang. Hal tersebut seiring dengan naiknya rasio penyebaran investor di pulau lainnya seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan pulau-pulau di wilayah Indonesia Timur.
Total investor pasar modal di Pulau Jawa meningkat 16,89% dan rasio penyebarannya turun menjadi 78,3% di 2016 dari 81% di 2015. Sebaliknya rasio penyebaran investor pasar modal di pulau lainnya meningkat seperti di Sumatera (12,1% dari 11,1%), Kalimantan (3,7% dari 3,3%), Sulawesi (2,9% dari 2,3%) dan Bali, Maluku, Papua yang tergabung ke dalam Wilayah Indonesia Timur (2,9% dari 2,3%).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investor

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top