BI Bentuk Unit Relasi Investor di Sulut

Bank Indonesia (BI) membentuk unit khusus untuk menarik minat investor menanamkan modal di Sulawesi Utara. Unit relasi investor ini merupakan yang kelima menyusul empat unit yang sudah dibentuk sebelumnya.
Rivki Maulana | 28 Maret 2017 13:33 WIB
Karyawan keluar dari gedung Bank Indonesia di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, MANADO - Bank Indonesia (BI) membentuk unit khusus untuk menarik minat investor menanamkan modal di Sulawesi Utara. Unit relasi investor ini merupakan yang kelima menyusul empat unit yang sudah dibentuk sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Soekowardojo, mengatakan unit relasi investor bertajuk regional investor relation unit atau RIRU itu didirikan agar bisa membentuk persepsi positif investor terhadap perekonomian Sulut.

Dia menuturkan, RIRU Sulut bakal menyusun publikasi yang memuat informasi mengenai berisi potensi investasi di 15 wilayah administratif. Wilayah provinsi yang menjadi serambi utara Indonesia itu terdiri dari 11 pemerintah kabupaten dan 4 pemerintah kota

"Anggotanya sendiri berasal dari lintas instansi. Setiap wilayah akan dipetakan potensinya seperti apa. Kalau ada investor berminat, mereka bisa menghubungi contact person yang ada," jelasnya kepada Bisnis.com pekan lalu.

Dia mengimbuhkan, investasi memiliki peran yang penting dalam pertumbuhan ekonomi provinsi berjuluk Nyiur Melambai. Terlebih, arus modal yang masuk menunjukkan tren menanjak. Secara umum, Sulawesi Utara memiliki potensi ekonomi yang tinggi dari beberapa sektor, antara lain, pengembangan industri, sumber daya alam, kemaritiman, pariwisata hingga logistik. Potensi tersebut menurut Soekowardojo perlu dikelola dan dipromosikan secara intensif kepada investor.

Untuk diketahui, tahun lalu pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara mencapai 6,17% dengan konstribusi dari investasi mencapai 2,33%. Dalam struktur produk domestik regional bruto, investasi menyumbang porsi sebesar 34.16%. Tahun ini, BI memproyeksi laju ekonomi Sulut bakal tumbuh 6%-6,4%, ditopang pemulihan ekspor dan investasi.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal menunjukkan, jumlah realisasi investasi domestik di Sulut sepanjang 2016 mencapai Rp5,06 triliun atau melesat dibandingkan periode 2015 sebesar Rp270,63 miliar. Jumlah proyek yang digarap investor juga meningkat dari 50 pada 2015 menjadi 74 proyek pada 2016.

Realisasi investasi dari investor asing juga menunjukkan tren yang sama. Investor asing membenamkan modal sebanyak US$382,8 juta pada 2016, melonjak 335% dibandingkan realisasi investasi pada periode 2015.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menerangkan pihaknya bakal memberikan jaminan kemudahan investasi di Sulut. "Perizinan tidak akan rumit selama tidak merusak lingkungan. Ini komitmen kami bersama seluruh pemerintah daerah [di Sulawesi Utara] karena kami canangkan tahun ini adalah tahun investasi," jelas Olly.

Sejak awal 2017, Pemprov Sulut telah melebur dinas penanaman modal dengan pelayanan izin terpadu guna memangkas proses perizinan. Pemprov Sulut berkomitmen memberikan izin prinsip dalam satu hari kerja bila berkas dinilai lengkap. Tahun ini, izin prinsip per hari diharapkan bisa mencapai 20 izin atau naik dua kali lipat dari penerbitan izin pada 2016.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manado

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top